ELANG SUMUT - Sebuah video jurnalis dianiaya orang berbaju hitam bermasker viral di medsos. Alasannya cuma karena meliput karhutla, malah dikeroyok dan dipaksa hapus video.
Kasus ini jadi alarm keras buat jurnalis dan masyarakat yang nyuarain soal bencana. Akhir-akhir ini, meliput bencana malah kerap dapat tekanan dan teror.
Jurnalis Tribun Dikeroyok Orang Tak Dikenal, Selasa 13/10/2026, ada aksi mahasiswa di depan Mapolda Sumsel nuntut penanganan karhutla. Dua jurnalis yang lagi tugas, Rahmat Kurniawan dari Tribun Sumsel dan Mulyadi dari PAL TV, tiba-tiba didatengin sekelompok orang berbaju hitam dan dipaksa hapus rekaman.
Rahmat mengalami pendarahan di hidung, Mulyadi luka memar di wajah dan bibir robek saat coba melerai. Keduanya harus dirawat di RS Bhayangkara Palembang. PFI Pusat sampai kecam keras kekerasan ini.
Bukan Cuma Karhutla, Di Aceh Juga Diteror.
Pola yang sama terjadi di Aceh. Influencer relawan @afinasyf habis upload kondisi anak-anak masih belajar di tenda darurat usai banjir Sumatra, malah diteror buzzer. Bukan dibantu, dia malah diserang pakai foto deepfake vulgar hasil AI hingga akun palsu yang ngaku-ngaku ayahnya.
Pola Teror Yang Sama.
Ternyata korbannya gak cuma satu dua. Dalam waktu berdekatan, tujuh influencer dan aktivis dilaporkan mengalami teror usai menyuarakan kritik penanganan bencana dan isu lingkungan. Bentuknya macem-macem: kiriman bangkai ayam, vandalisme, doxing, peretasan akun, paket COD fiktif, hingga pelemparan bom molotov.
Tapi Pemerintah Baik-Baik Saja.
Parahnya karhutla ini bukan gimmick. Data SiPongi Kemenhut 1-12 Oktober 2026 aja ada 12.183 titik panas, terbanyak di Kalteng 3.268 titik dan Sumsel 2.376 titik.
Di Palangka Raya jarak pandang tinggal di bawah 100 meter, status tanggap darurat diperpanjang. Dampak ke warga: 277.075 kasus gangguan pernapasan di tujuh provinsi, dua kali lipat dari bulan lalu.
Tapi pemerintah terkesan biasa saja. Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud justru viral lagi makan di restoran Marina Bay Sands Singapura pada 11 Oktober, saat Kaltim berasap. Pemprov berdalih sedang medical check-up rutin, tapi netizen nyebut itu cuma alasan.
Tak cuma itu, Menhut Raja Juli Antoni tak pernah muncul di media, batal tinjau lokasi karhutla di Kotim dan absen di rapat istana.
(Team /AK)