Terkini
Memuat berita terkini...


Hujan Tak Surutkan Semangat, Lurah Cup II Pangkalan Kerinci Barat Resmi Bergulir

PELALAWAN I ELANG SUMUT  — Guyuran hujan mengiringi pembukaan Open Tournament Mini Soccer II Lurah Cup II Pangkalan Kerinci Barat Tahun 2026 di Lapangan Merdeka KM 5, Kelurahan Kerinci Barat, Kamis (1/10/2026).

Turnamen tersebut digelar dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Pelalawan ke-27 Tahun 2026. Meski hujan turun, antusiasme para pemain, panitia dan masyarakat tetap terlihat dalam pembukaan kegiatan.

Sebanyak 32 club ikut ambil bagian dalam kompetisi yang mengusung semangat “Junjung Tinggi Sportivitas — Fair Play yang Paling Utama.”

Turnamen ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi untuk menunjukkan kemampuan terbaik masing-masing club, tetapi juga menjadi momentum mempererat silaturahmi, membangun kebersamaan serta mendorong masyarakat, khususnya generasi muda, untuk aktif dalam kegiatan olahraga.

Turut hadir dalam pembukaan Ketua PSSI Pelalawan Wazir Syah, S.H., Ketua KONI Pelalawan Marjohan, Camat Pangkalan Kerinci Junaidi, S.Pd., M.Si., Lurah Kerinci Barat Yogi Setiawan, S.STP., M.Si., RT/RW, serta sejumlah unsur terkait.

Erwan B., S.Pd. dalam sambutannya secara resmi membuka Open Tournament Mini Soccer II Lurah Cup II Pangkalan Kerinci Barat.

Erwan menyampaikan ucapan selamat bertanding kepada seluruh club yang mengikuti kompetisi tersebut. Ia mengingatkan agar seluruh peserta tetap menjunjung tinggi sportivitas dan fair play selama pertandingan.

“Selamat bertanding kepada seluruh peserta. Jaga sportivitas dan junjung tinggi fair play. Mari kita jadikan turnamen ini sebagai ajang silaturahmi dan kebersamaan,” ujar Erwan.

Menurutnya, pertandingan bukan semata-mata tentang kemenangan, tetapi juga bagaimana seluruh peserta mampu menjaga persaudaraan dan menciptakan kompetisi yang sehat.

Erwan juga berharap momentum turnamen tersebut dapat semakin menyemarakkan peringatan HUT Kabupaten Pelalawan ke-27.

“Kita berharap Kabupaten Pelalawan semakin Menawan. Mari kita isi momentum HUT Kabupaten Pelalawan ke-27 ini dengan kegiatan-kegiatan positif yang dapat membangun semangat kebersamaan masyarakat,” tuturnya.

Sementara itu, Lurah Kerinci Barat Yogi Setiawan, S.STP., M.Si., menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terlaksananya turnamen.

Ia berharap Lurah Cup II dapat menjadi ruang positif bagi generasi muda untuk menyalurkan bakat sekaligus mempererat hubungan antarmasyarakat.

“Yang terpenting bukan hanya siapa yang menjadi juara, tetapi bagaimana kita membangun kebersamaan melalui olahraga. Menang dan kalah adalah bagian dari pertandingan, tetapi fair play harus tetap kita kedepankan,” ujar Yogi.

Ia juga mengingatkan para pemain untuk menghormati lawan dan keputusan wasit serta menjaga suasana pertandingan agar tetap aman dan kondusif.

“Bertandinglah dengan semangat dan kemampuan terbaik. Tetapi jangan sampai karena pertandingan kita kehilangan rasa persaudaraan. Kita ingin Lurah Cup ini menjadi ajang olahraga sekaligus silaturahmi,” tambahnya.

32 Club, Satu Semangat

Sebanyak 32 club akan bersaing menunjukkan kemampuan terbaik dalam turnamen tersebut. Kehadiran puluhan tim menjadi gambaran antusiasme masyarakat terhadap olahraga, khususnya mini soccer.

Hujan yang turun saat pembukaan justru memberikan warna tersendiri bagi dimulainya Lurah Cup II. Semangat peserta dan masyarakat tidak surut. Lapangan Merdeka KM 5 menjadi titik awal bergulirnya kompetisi yang diharapkan berlangsung meriah, aman dan sportif.

Selain menjadi ajang olahraga, turnamen ini juga menjadi bagian dari semangat masyarakat Kelurahan Kerinci Barat dalam memeriahkan 27 tahun perjalanan Kabupaten Pelalawan.

Kini, setiap club memiliki kesempatan untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya di lapangan.

Bertanding boleh sengit, tetapi persaudaraan tetap dijaga. Mengejar kemenangan boleh, tetapi sportivitas harus menjadi yang utama.

“Junjung Tinggi Sportivitas — Fair Play yang Paling Utama.” (Syd)

Persoalan Ucapan di Media Sosial Berakhir Damai, Wartawan dan Pihak Terkait Sepakat Saling Memaafkan

PELALAWAN I ELANG SUMUT ,01 OKTOBER 2026  — Persoalan terkait pernyataan yang disampaikan melalui akun TikTok Pejuang Rantau yang sebelumnya dinilai menyinggung profesi wartawan akhirnya diselesaikan melalui pertemuan dan perdamaian secara kekeluargaan.

Penyelesaian tersebut berlangsung dengan difasilitasi oleh Kapolsek Ukui AKP Mike Kurniawan, S.H., M.H. Pertemuan turut dihadiri Pimpinan Umum Media WartaNewsTV.com Sudirman Waruhu bersama jajaran pimpinan redaksi, serta sejumlah perwakilan organisasi kemasyarakatan dan lembaga swadaya masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Pimpinan Umum WartaNewsTV.com Sudirman Waruhu menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah memberikan dukungan serta ikut membantu menciptakan suasana kondusif selama proses penyelesaian persoalan.

Ucapan terima kasih disampaikan kepada LSM TOPAN RI yang dipimpin Sarija Jaya beserta jajaran, Ketua PAC GRIB Jaya Ukui Cinto beserta jajaran, serta Ketua LSM Elang Mas Kabupaten Indragiri Hulu, Yul Hendri, yang turut hadir dan mengambil bagian dalam proses pembinaan serta penyelesaian persoalan tersebut.

Sebelumnya, akun TikTok Pejuang Rantau diketahui menyampaikan sejumlah pernyataan melalui media sosial yang dinilai oleh sejumlah wartawan menyinggung profesi jurnalistik. Pernyataan tersebut kemudian menjadi perhatian dan mendorong dilakukannya klarifikasi serta pertemuan untuk mencari penyelesaian.

Dalam pertemuan tersebut, pihak yang bersangkutan menyampaikan permohonan maaf kepada wartawan dan masyarakat atas pernyataan yang sebelumnya disampaikan melalui media sosial. Permohonan maaf tersebut juga disampaikan secara terbuka melalui video sebagai bentuk klarifikasi.

Para wartawan yang sebelumnya menyampaikan keberatan kemudian menerima permohonan maaf tersebut dan sepakat menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan.

Penyelesaian tersebut menjadi momentum untuk mengingatkan pengguna media sosial agar lebih berhati-hati dalam menyampaikan pendapat, khususnya ketika membahas profesi, individu maupun kelompok tertentu.

Kebebasan berekspresi perlu disertai tanggung jawab dan etika komunikasi agar penyampaian pendapat tidak menimbulkan kesalahpahaman maupun konflik di tengah masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, pihak yang bersangkutan juga menyampaikan komitmen untuk tidak mengulangi pernyataan serupa serta menyatakan kesediaannya untuk menghormati ketentuan hukum yang berlaku apabila di kemudian hari kembali terjadi persoalan.

Pertemuan kemudian ditutup dalam suasana kekeluargaan dengan saling memaafkan dan foto bersama antara Kapolsek Ukui, Pimpinan Umum WartaNewsTV.com, jajaran redaksi, serta perwakilan LSM dan organisasi yang hadir.

Pimpinan Umum WartaNewsTV.com Sudirman Waruhu menyampaikan bahwa perdamaian tersebut diharapkan menjadi momentum untuk menjaga hubungan baik, menghormati profesi jurnalistik, serta mendorong penggunaan media sosial secara bijak dan bertanggung jawab.

Penulis: (Syd)

40 Tahun Tak Pernah Diaspal, Warga Dusun 4 Denai Kuala Pantai Labu Deli Serdang Menjerit Minta Keadilan

DELI SERDANG I ELANG SUMUT -  Potret buram pembangunan infrastruktur masih terlihat di Kabupaten Deli Serdang. Warga Dusun 4, Desa Denai Kuala, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang, mengeluhkan kondisi jalan di dusun mereka yang selama 40 tahun belum pernah tersentuh pembangunan ,baik pengerasan maupun pengaspalan.

Berdasarkan pantauan TIM MEDIA di lapangan, kondisi jalan tersebut sangat memprihatinkan. Jalan masih berupa tanah, rusak parah, berlubang seperti kubangan kerbau dan berubah menjadi kubangan lumpur serta genangan air saat musim hujan tiba. Kendaraan warga pun kesulitan melintas dan bahkan mengakibatkan jatuh.
Dokumentasi GPS Camera di titik MW8R+624, Denai Kuala, Kec. Pantai Labu, Kab. Deli Serdang, Sumut 20987 - Lat: 3.6657877° Long: 98.9409061°* menjadi bukti nyata betapa parahnya kondisi jalan tersebut.
Keluhan itu disampaikan langsung oleh perwakilan warga Dusun 4, *S. Simanjuntak (62), pada Kamis (01/10/2026).

Ia menjelaskan, jalan yang rusak tersebut memiliki panjang sekitar  2.500 meter  dan merupakan akses utama warga untuk mengangkut hasil pertanian serta akses anak-anak menuju sekolah untuk mengapai cita cita mereka.

"Sudah sekitar 40 tahun jalan di dusun ini belum pernah tersentuh pembangunan. Padahal jalan yang layak sangat kami butuhkan untuk mengangkut hasil pertanian dan memudahkan anak-anak pergi ke sekolah," ujar S. Simanjuntak.

Menurut Simanjuntak, usulan pengaspalan jalan tersebut telah berulang kali disampaikan warga melalui mekanisme  Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) mulai dari tingkat desa hingga kecamatan. Namun hingga kini usulan tersebut belum pernah terealisasi, dan pemerintah deli serdang Diam dan membisu. Ada apa dengan pemerintahan deli serdang, sampai 40 tahun tak tersentuh yang namanya pembangunan di dusun 4 denai kuala kecamatan pantai labu ini.

"Kami berharap pemerintah daerah dapat membantu agar kami juga mendapatkan jalan yang layak seperti dusun-dusun lainnya," harapnya.

Warga Dusun 4 Denai Kuala berharap kepada Bupati Deli Serdang dan Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kabupaten Deli Serdang agar segera merealisasikan pembangunan jalan yang sudah 40 tahun mereka idamkan.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Pemerintah Desa Denai Kuala, Camat Pantai Labu, dan Dinas terkait belum dapat dikonfirmasi.

Penulis : R.E Mora

Langkah Mantap Bupati Deli Serdang mengatasi Banjir di Batang Kuis

DELI SERDANG I  ELANG SUMUT - Langkah Pemerintah Kabupaten Deli Serdang dalam menangani persoalan banjir dan memperbaiki infrastruktur mendapat apresiasi dari masyarakat. Salah satunya melalui pembangunan saluran drainase DHI di ruas Jalan SP Tembakau Deli–Jalan Bandara Kualanamu, Kabupaten Deli Serdang.

‎Pembangunan drainase yang bersumber dari APBD Tahun Anggaran 2026 dan dikerjakan oleh CV Yudha Pratama tersebut dinilai warga sebagai bentuk nyata perhatian pemerintah terhadap kebutuhan masyarakat, khususnya dalam mengatasi persoalan genangan air yang selama ini kerap terjadi saat hujan deras.
‎Salah seorang warga sekitar Zulfikar, menyampaikan apresiasinya terhadap perhatian Pemerintah Kabupaten Deli Serdang di bawah kepemimpinan Bupati Asri Ludin Tambunan.

‎Menurutnya, pembangunan drainase tersebut merupakan kebutuhan yang sudah lama dinantikan masyarakat di sekitar lokasi.
Kami warga sekitar menyambut positif atas perhatian Pemkab Deli Serdang di bawah kepemimpinan Bapak Bupati Asri Ludin Tambunan yang tanggap atas persoalan banjir dan sarana prasarana di lingkungan kami. Selama ini kalau hujan deras air sering meluap ke jalan dan ke rumah warga,” ujar Yusuf, Kamis (01/10/2026).

‎Yusuf mengatakan, pembangunan drainase di jalur yang menjadi salah satu akses penting menuju Bandara Kualanamu tersebut memberikan harapan baru bagi masyarakat.
Alhamdulillah sekarang sudah dibangun. Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Bupati Asri Ludin Tambunan Pembangunan ini sangat bermanfaat untuk kami. Semoga Deli Serdang semakin maju dan pembangunan seperti ini terus berlanjut,” ucapnya.

‎Warga berharap pembangunan tersebut dapat diselesaikan dengan baik sehingga manfaatnya benar-benar dapat dirasakan masyarakat.

‎Apresiasi juga disampaikan terhadap upaya pemerintah daerah yang dinilai memberikan perhatian terhadap kebutuhan infrastruktur dasar masyarakat.
Penulis :RE Mamora 

Joe Kacaw, Dari Suara Jalanan hingga Pulang Mengabdi di Sungai Ara

PELALAWAN I ELANG SUMUT  — Di Sungai Ara, nama Joe Kacaw bukanlah nama yang asing. Pria bernama asli Juhendri itu dikenal sebagai sosok yang tak banyak basa-basi ketika berbicara soal persoalan masyarakat.

“Berani bicara” menjadi frasa yang kerap melekat pada dirinya.

Lahir di Sungai Ara pada 11 Mei 1989, Juhendri tumbuh di tengah kehidupan masyarakat desa. Ia menyaksikan sendiri bagaimana warga berhadapan dengan persoalan sehari-hari: jalan yang rusak, pelayanan yang belum maksimal, hingga berbagai aspirasi yang terkadang membutuhkan waktu panjang untuk mendapatkan perhatian.

Pengalaman itu perlahan membentuk cara pandangnya.

Ketika sebagian anak muda memilih meninggalkan kampung halaman untuk mengejar kehidupan di tempat lain, Juhendri justru memilih bertahan. Ia mendengar cerita warga, turun ke lapangan, dan menyuarakan berbagai persoalan yang menurutnya perlu mendapatkan perhatian.

Dari aktivitas itulah namanya kemudian semakin dikenal melalui Gerakan Pemuda Peduli Pelalawan (GP3).

Namun bagi Joe Kacaw, menjadi aktivis bukan sekadar perkara lantang menyampaikan kritik.

“Kritik itu harus tajam, terukur dan elegan. Tapi jangan berhenti di kritik. Harus ada solusi yang bisa dimakan rakyat,” ujarnya.

Kalimat tersebut menggambarkan prinsip yang selama ini ia pegang: kritik harus memiliki arah dan pada akhirnya bermuara pada solusi.

Selama bertahun-tahun, ia berada di antara dua ruang. Di satu sisi, ia mendengar langsung keresahan masyarakat. Di sisi lain, ia berusaha membawa suara tersebut kepada para pemangku kepentingan.

Tidak semua kritik selalu mendapat respons yang sama. Namun bagi Juhendri, menyampaikan aspirasi masyarakat merupakan bagian dari tanggung jawab sosial.

Kini, perjalanan itu membawanya kembali ke tempat yang paling dekat dengan dirinya: Sungai Ara.

Kampung tempat ia lahir dan tumbuh itu kini tidak lagi hanya menjadi tempat untuk menyampaikan kritik. Ada keinginan untuk ikut mengambil bagian dalam proses pembangunan dari dalam.

“Ini bukan soal saya ingin jadi apa. Ini soal apa yang bisa saya perbuat untuk kampung halaman. Sungai Ara adalah rumah. Dan kalau rumah sendiri bocor, kita tidak bisa hanya menonton,” katanya.

Bagi Juhendri, pembangunan desa bukan pekerjaan satu orang.

Ada petani dengan tangannya yang akrab dengan lumpur. Ada nelayan yang sehari-hari bergelut dengan air. Ada pelaku UMKM yang berusaha mengembangkan usaha dari rumah. Ada pemuda yang membutuhkan ruang untuk berkembang. Ada pula tokoh agama dan tokoh adat yang memiliki peran penting dalam menjaga kehidupan sosial masyarakat.

Semua, menurutnya, memiliki tempat dalam pembangunan.

Sungai Ara yang ia bayangkan bukanlah desa yang maju karena kerja satu individu. Melainkan desa yang bergerak karena warganya merasa memiliki tujuan yang sama.

Dari seorang anak kampung yang sejak lama memilih bersuara ketika melihat persoalan, Juhendri alias Joe Kacaw kini memasuki fase baru dalam perjalanan hidupnya.

Jika dahulu ia lebih banyak berdiri di pinggir, menyampaikan kritik dan membawa aspirasi, kini ia ingin berada lebih dekat dengan proses pengambilan keputusan dan kerja nyata di tengah masyarakat.

Perjalanan itu tentu belum selesai.

Sebab membangun kampung halaman bukan pekerjaan sehari atau dua hari. Ia membutuhkan gagasan, keberanian, kerja bersama, sekaligus kesediaan untuk mendengar.

Dan bagi Joe Kacaw, semuanya bermula dari satu tempat yang sejak awal menjadi bagian dari hidupnya: Sungai Ara.

Tempat ia dilahirkan.

Tempat ia dibesarkan.

Dan tempat yang kini ingin ia perjuangkan dengan cara yang berbeda—bukan hanya dengan suara, tetapi juga dengan kerja.(Sy)

Kanit Binmas Polsek Rangkasbitung Polres Lebak Sosialisasikan Penerimaan Siswa Baru SMA Kemala Taruna Bhayangkara di SMPN 1 Kalanganyar

LEBAK I ELANG SUMUT – Kanit Binmas Polsek Rangkasbitung Polres Lebak,hadir di tengah masyarakat melalui kegiatan pembinaan dan sosialisasi.Kali ini, jajaran Polsek Rangkasbitung,mensosialisasikan penerimaan siswa baru SMA Kemala Taruna Bhayangkara (KTB) kepada para siswa SMPN 1 Kalanganyar.

Sosialisasi teresbut dilaksanakan oleh personel Polsek Rangkasbitung Polres Lebak,AIPTU Heru Sasmoto, AIPDA Turas Catur.W dan BRIGADIR Imam Solichin.Personel Polsek Rangkasbitung memberikan informasi mengenai penerimaan siswa baru SMA Kemala Taruna Bhayangkara.Kamis (01/10/2026)

Kapolres Lebak Polda Banten AKBP Arninsi,SH,.S.I.K,.M.Si, melalui Kapolsek Rangkasbitung AKP Henri Sinaga,.SH,mengatakan.

"Kegiatan sosialisasi tersebut merupakan bagian dari upaya Polri untuk terus hadir dan membangun kemitraan dengan masyarakat.Menurutnya, kehadiran personel di lingkungan sekolah juga menjadi sarana untuk meningkatkan komunikasi serta partisipasi masyarakat dalam mendukung berbagai program yang disampaikan Polri.

“Kami memberikan informasi kepada masyarakat yang memiliki putra-putri dan memenuhi persyaratan agar dapat mengetahui adanya penerimaan siswa baru SMA Kemala Taruna Bhayangkara."ujar Kapolsek Rangkasbitung.
(Muhidin riyan)

Kapolsek Malingping Polres Lebak Jadi Inspektur Upacara Hari Kesaktian Pancasila


Lebak I ELANG SUMUT  - Memperingati Hari Kesaktian Pancasila yang jatuh setiap tanggal 1 Oktober, Kapolsek Malingping Polres Lebak AKP Pipih Iwan H,S.H, bertindak selaku inspektur upacara pada peringatan yang diselenggarakan di Lapangan Alun Alun Malingping Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, Kamis pagi (1/10/2026).

Upacara ini diikuti oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), aparatur pemerintah desa, para guru, pelajar, anggota TNI-Polri, serta perwakilan organisasi masyarakat dan kepemudaan se-Kecamatan Malingping.

AKP Pipih Iwan H,S.H menyampaikan pentingnya memperingati Hari Kesaktian Pancasila sebagai momentum untuk memperkuat semangat persatuan dan kesatuan bangsa.

Kapolres Lebak AKBP Arninsi,S.H.,S.I.K.,M.Si melalui Kapolsek Malingping AKP Pipih Iwan H,S.H, Ia menegaskan bahwa ideologi Pancasila harus tetap dijaga dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari sebagai dasar negara yang telah terbukti mampu menyatukan keberagaman Indonesia.

“Hari ini kita tidak hanya mengenang sejarah, tetapi juga meneguhkan kembali komitmen untuk menjaga Pancasila sebagai ideologi bangsa. Di tengah berbagai tantangan, semangat gotong royong dan nasionalisme harus terus kita pupuk,” ujar AKP Pipih Iwan H.,S.H.

Upacara berlangsung khidmat, diawali dengan pembacaan teks Pancasila oleh inspektur upacara, dilanjutkan dengan pembacaan UUD 1945, ikrar, dan doa bersama untuk para pahlawan revolusi yang gugur demi mempertahankan ideologi negara.

Polsek Malingping dalam mendukung kegiatan kebangsaan di wilayah Kecamatan Malingping. Ia berharap semangat Hari Kesaktian Pancasila dapat menjadi motivasi bagi seluruh elemen masyarakat dalam menjaga kondusivitas wilayah,

Acara ini juga menjadi ajang silaturahmi antar instansi dan masyarakat guna memperkuat sinergi lintas sektor di wilayah Kecamatan Malingping.
(Muhidin riyan)

Anggota Polsek Maja Polres Lebak Laksanakan Patroli Malam Hari Antisipasi Gangguan Kamtibmas

Lebak I ELANG SUMUT  - Personil Polsek Maja Polres Lebak, melaksanakan Patroli pada malam hari dan cek Siskamling antisipasi gangguan kamtibmas 
Kamis( 01/10/26).

Kegiatan tersebut di pimpin oleh Kapolsek Maja, dengan kekuatan personil sebanyak 5  personil Polsek Maja. 

Pada kesempatan tersebut Kapolsek Maja, AKP IMalik Abraham, S. Pd, M. Pd Menyampaikan dalam Giat tersebut di wilkum Polsek Maja dan pengendara kendaraan pengguna jalan raya R4 maupun R2 guna mengantisipasi Tindak Pidana C3 (Curat, Curas dan Curanmor).
"Adapun tujuan Patroli malam hari untuk Antisipasi Kerumunan,  dan penertiban balapan liar serta tawuran remaja atau gengster . 
" Sedang untuk sasaran kegiatan dalam  yaitu tempat kumpul - kumpul seperti Guantibmas seperti Genk Motor, Premanisme, R4/R6, Pelaku C3, Miras, Narkoba, Sajam, Balap liar, serta jenis kejahatan lainnya. "Ujarnya.

AKP Iwan Sofiyan, SE,. M. M juga menerangkan tindakan yang dilakukan dalam pelaksanaan patroli malam hari tersebut pihak Polsek Maja melakukan pemeriksaan kendaraan serta barang bawaan, pembubaran kegiatan yg bersifat berkerumun  yang berada di wilayah hukum polsek Maja dengan hasil tidak ada gangguan kamtibmas. 

" Hasil yang di capai dalam patroli tersebut gangguan kamtibmas yang berada di wilayah Maja dalam keadaan aman. Kegiatan Patroli berlangsung aman dan lancar. "Ucapnya.
(Muhidin riyan)

Anggota Polsek Leuwidamar Polres Lebak, Patroli Malam Hari Guna Mencegah Gangguan Kamtibmas

LEBAK I ELANG SUMUT  – Ciptakan situasi keamanan dan ketertiban di masyarakat, anggota Polsek Leuwidamar melaksanakan kegiatan patroli malam guna mencegah gangguan kamtibmas dan kejahatan lainnya. Rabu, (30/9/2026).

Selain untuk menjaga stabilitas keamanan wilayah, juga untuk menjaga silaturahmi serta memberikan imbauan Kamtibmas pada masyarakat yang ada di wilayah hukum Kecamatan Leuwidamar Kabupaten Lebak.

Anggota Polsek Leuwidamar Patroli menyisir Pertokoan, Perkantoran, Pos Ronda, Pemukiman, Jl. Raya Leuwidamar antisipasi balap liar, tawuran serta lokasi yang rawan aksi kriminal.

Ditempat terpisah Kapolres Lebak Polda Banten AKBP Arninsi, S.H., S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Leuwidamar Iptu Tjik Denmark, mengatakan bahwa pihaknya juga memberikan himbauan kamtibmas dan mengajak masyarakat untuk turut membantu tugas Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban, senantiasa menggunakan helm saat mengendarai sepeda motor untuk kepentingan keselamatan, jangan mengkonsumsi minuman keras dan obat-obatan terlarang lainnya karena dapat membahayakan kesehatan.

“Kami akan meningkatkan saat patroli pada malam hari terutama pada jam-jam rawan, bertujuan untuk memberi rasa aman dan nyaman bagi warga masyarakat, sekaligus untuk menindak lanjuti atensi pimpinan untuk terus giatkan patroli malam,” tutup Kapolsek Leuwidamar.
(Muhidin riyan)

Polsek Panggarangan Pererat Silaturahmi Melalui DDS ke SPPG Cikumpai

Lebak  I ELANG SUMUT – Untuk mempererat kedekatan dengan masyarakat sekaligus menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif, Polsek Panggarangan Polres Lebak melaksanakan kegiatan Door to Door System (DDS) ke SPPG Cikumpai, Selasa (29/9/2026).

Kegiatan yang dilaksanakan pukul 10.00 WIB sampai selesai tersebut bertempat di SPPG Cikumpai, Kp. Cikumpai, Desa Panggarangan, Kecamatan Panggarangan, Kabupaten Lebak.

DDS dilaksanakan oleh Aipda Ferry Alamsyah, Ps. Kanit Binmas Polsek Panggarangan Polres Lebak Polda Banten, dengan melakukan silaturahmi dan komunikasi bersama pihak SPPG serta menyampaikan pesan-pesan kamtibmas.

Kapolsek Panggarangan AKP Acep Komarudin, S.H. mengatakan bahwa kegiatan sambang dan DDS merupakan bagian dari upaya Polri untuk terus hadir di tengah masyarakat, membangun komunikasi serta bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan.

“Melalui silaturahmi dan komunikasi yang baik, diharapkan terjalin sinergi antara Polri dan masyarakat dalam menjaga situasi kamtibmas yang aman dan kondusif,” ujarnya.

Selama kegiatan berlangsung, situasi berjalan dengan aman, lancar dan kondusif.
(Muhidin riyan)

Subuh Keliling Program Kapolda Banten Dilaksanakan Oleh Personel Polsek Rangkasbitung Polres Lebak

LEBAK I ELANG SUMUT -Personel Polsek Rangkasbitung Polres Lebak, BRIPKA Riki Andriana, melaksanakan Program Kapolda Banten yaitu Suling (Sholat Subuh Keliling) di Mashola Ar-Ridhan.

Sekaligus silaturahmi dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat,Kelurahan Rangkasbitung Barat, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak.Kamis pagi 01 Oktober 2026,pukul.04.45 Wib.

Kapolres Lebak Polda Banten AKBP Arninsi,SH,.,S.I.K,M.Si, melalui Kapolsek Rangkasbitung AKP Henri Sinaga,.SH, mengatakan.

“Ya hari ini anggota Polsek Rangkasbitung, melaksanakan Program Kapolda Banten yaitu Suling (sholat Subuh Keliling) dengan tokoh agama.

“Kegiatan ini merupakan Program Kapolda Banten, yang bertujuan untuk menjaga situasi Kamtibmas di daerah hukum Polres Lebak,” ujar Kapolsek Rangkasbitung.
(Muhidin riyan)

Giat Sambang Kanit Binmas Polsek Cimarga Polres Lebak Ke Warga

LEBAK I ELANG SUMUT - Kanit Binmas Polsek Cimarga Polres Lebak Aiptu Jadi Prasetya,  melaksanakan kegiatan sambang dan silaturhmi ke warga Desa Karyajaya Kecamatan Cimarga  Kabupaten Lebak.

Pada kesempatannya anggota menyampaikan himbauan Kamtibmas kepada warga dan para staf Desa Karyajaya Kec. Cimarga. Selasa, (29/09/2026).

Kapolres Lebak AKBP Arninsi, S.H., S.I.K,. M.H melalui Kapolsek Cimarga,IPTU TATANG SUHENDAR, SKMmengatakan
 “Ya, hari ini Kanit Binmas Polsek Cimarga Polres Lebak melaksanakan Sambang dan silaturahmi ke kantor Desa Karyajaya agar dapat mempererat kemitraan juga mendekatkan diri kepada warga masyarakat untuk Harkamtibmas.

“Dalam kesempatannya Aipda Pras juga menyampaikan pesan dan himbauan Kamtibmas  menampung aspirasi atau keluhan warga.” ungkapnya.

Dan kami Polsek Cimarga menghimbau kepada seluruh masyarakat  agar selalu menjaga kondusifitas wilayah. Dan bilamana menemukan hal-hal yang mencurigakan serta menemukan suatu tindak kejahatan agar segera menghubungi bhabinkamtibmas atau polsek terdekat. Tutup Tatang.
(Muhidin riyan)

Anggota Polsek Maja Polres Lebak Laksanakan Sholat Subuh Keliling

LEBAK I ELANG SUMUT - Menjalin Lebih kedekatan dengan warga masyarakat, Anggota Polsek Maja Polres Lebak yang piket laksanakan Sholat Subuh Berjamaah di Mesjid Al FalahDesa Maja, Kecamatan Maja, Kabupaten Lebak Rbut(30/09/2026).

Menurut Kapolres Lebak Polda Banten AKBP Arninsi, S. H, S. I. K., M. Si melalui Kapolsek Maja AKP Malik Abraham, S. Pd, M. Pd mengatakan "Mulai subuh tadi personil Polsek Maja yang piket untuk melaksanakan ibadah solatnya di masjid atau musholla yang berada di kecamatan Maja." Ujarnya.
Lebih lanjut Kapolsek Menjelaskan "Pelaksanaan solat berjamaah ini juga untuk lebih dekat dengan warga masyarakat baik dari para tokoh agama, tokoh masyarakat, para pemuda, maupun kalangan lainnya sehingga segala informasi ataupun himbauan yang akan diberikan dapat diketahui dan tersampaikan dengan cepat." Jelas Malik. 

Personil Polsek Maja yang piket nantinya akan melaksanakan solat berjamaah secara berkeliling ke masjid atau musholla yang berada di wilayah kecamatan Maja.

"Ya, diupayakan untuk melaksanakan solat berjamaah khususnya di waktu subuh nantinya secara berkeliling supaya anggota juga dapat lebih dekat dengan masyarakat luas dan dapat mengenal warga masyarakat yang berada di kecamatan Maja." Tutup Malik.
(Muhidin riyan)

Antisipasi Gangguan Kamtibmas Anggota Polsek Maja Polres Lebak Laksanakan Patroli Dialogis Malam Hari Bersama Warga

LEBAK I ELANG SUMUT . Guna antisipasi gangguan kamtibmas di Wilayah Hukum Polsek Maja, Anggota  Polsek Maja Polres Lebak Polda Banten melaksanakan Patroli dialogis malam hari Rabu(30/09/2026) 

Personil Polsek Maja Polres Lebak melaksanakan  Patroli dialogis yang di laksanakan  setiap  hari, sasaran utama kegiatan patroli yang di lakukan oleh anggota polsek Maja,untuk berselahturahmi kepada warga masyarakat sebagai sarana diaolgis untuk menyerap informasi dan aspirasi. kec. Maja dan seluruh anggota keluarganya.

Kapolres Lebak Polda Banten AKBP Arninsi, S. H, S. I. K, M. Si  melalui Kapolsek Maja AKP Malik 
Abraham,S.pd,M.pd mengatakan. 
"Polsek Maja Polres Lebak Melaksanakan Patroli di sebagai salah satu upaya pencegahan dan antisipasi gangguan Kamtibmas di Wilayah hukum Polsek Maja"

Selain itu dalam pelaksanaan Patroli dialogis setiap  hari, anggota yang melaksanakan Patroli juga melaksanakan pengecekan yaitu,pemukiman warga  yang ada di Wilayah Hukum Polsek Maja"

"Di harapkan dengan Patroli ini, kondusifitas dapat terjaga, angka kriminalitas atau aksi kejahatan bisa di tekan"ungkap Kapolsek Maja. 

"Dalam pelaksanaan Patroli, anggota juga memberikan pengarahan kepada Security yang berjaga di hari ini agar selalu waspada dan lakukan Patroli di Jam-Jam Rawan." tukasnya
(Muhidin riyan)

Monitoring Kantor FIF,Bhabinkamtibmas Polsek Rangkasbitung Temui Satpam Berikan Edukaai Kamtibmas

LEBAK I ELANG SUMUT -Untuk mengantisipasi gangguan kamtibmas Personel Polsek Rangkasbitung Polres Lebak, melaksanakan giat patroli dialogis dan sambangi Satpam di Kantor FIF finance di Jalan Sunan Kalijaga,Kelurahan Cijoro Pasir,Kecamatan Rangkasbitung,Kabupaten Lebak.Rabu (30/09/2026).

Kegaiatan monitoring di laksanakan oleh Bhabinkamtibmas Polsek Rangkasbitung,BRIGPOL Imam Solichin rutin memantau perkantoran untuk bisa berinteraksi dengan SatFIF dan menyampaikan pesan-pesan kamtibmas.

Kapolres Lebak Polda Banten AKBP Arninsi,SH,.S.I.K,.M.Si,melalui Kapolsek Rangkasbitung Polres Lebak AKP Henri Sinaga,.SH,menyampaikan pesan kamtibmas kepada Satpam FIF,bhawa kewaspadaan untuk antisipasi para pelaku tindak kriminalitas di lingkungan Perkantoran dengan selalu awasi setiap orang atau nasabah yang masuk, apabila ada yang mencurigakan segera hubungi Kepolisian terdekat atau bisa menghubungi di call center 110 Polres Lebak.

“Selain itu kita juga mengajak Satpam FIF untuk turut serta membantu Polri dalam menyampaikan peaan kamtibmas kepada para nasabah FIF, seperti mengantisipasi pencurian terhadap kendaraan bermotor, pastikan terkunci ganda saat terparkir di lingkungan kantor FIF”,ujar Kapolsek Rangkasbitung.
(Muhidin riyan)

Babhinkamtibmas Polsek Sajira Polres Lebak Sambangi Warganya untuk menjalin silaturahmi

LEBAK I ELANG SUMUT - Sambangi dan mengajak berdialog dengan masyarakat merupakan salah satu tugas yang di emban oleh Aipda Sopyan sebagai bhabinkamtibmas Polsek Sajira Polres Lebak Polda Banten, untuk mendekatkan diri dengan warga masyarakat  di wilayah hukum Polsek Sajira Ds. Sajira mekar Kec.Sajira Kab Lebak Rabu ( 30/09/2026).

Dalam sambang tersebut personil Bhabinkamtibmas mengajak untuk menjaga keamanan dan sosialisasikan pentingnya menjaga keamanan di lingkungan  Masyarakat.

Kapolres Lebak AKBP ARNINSI, S. H S.I.K, M.Si melalui Kapolsek Sajira AKP RINALDI CHANIAGO, SH, mengatakan bahwa kegiatan sambang warga rutin dilaksanakan anggotanya yang di tunjuk sebagai Bhabinkamtibmas di desa binaannya untuk memberikan pemahaman tentang pentingnya keamanan dimasyarakat. 

Dalam sambang yang di laksanakan petugas yang turun langsung bersentuhan dengan masyarakat di lapangan adalah, sebagai usaha petugas agar lebih mendekatkankan diri petugas dengan masyarakat Kecamatan Sajira, Kab Lebak. 

"Yang terpenting, sambang petugas ini bertujuan untuk menjalin kemitraan kedekatan antara polisi dan warga masyarakat, agar terjalin komunikasi yang baik, tutup Kapolsek Sajira.
(Muhidin riyan)

Anggota Polsek Lebakgedong Polres Lebak, Patroli Malam Hari Guna Mencegah Gangguan Kamtibmas

LEBAK I ELANG SUMUT – Ciptakan situasi keamanan dan ketertiban di masyarakat, Anggota Polsek Lebakgedong Polres Lebak, melaksanakan kegiatan patroli malam guna mencegah gangguan kamtibmas dan kejahatan lainnya. Rabu (30/09/2026).

Selain untuk menjaga stabilitas keamanan wilayah, juga untuk menjaga silaturahmi serta memberikan imbauan Kamtibmas pada masyarakat yang ada di wilayah hukum Kecamatan Lebakgdong Kabupaten Lebak.

Anggota Polsek Lebakgedong Patroli menyisir Pertokoan, Perkantoran, Pos Ronda, Pemukiman, Jl. Raya Lebakgedong /Cipanas  antisipasi balap liar, tawuran serta lokasi yang rawan aksi kriminal.

Ditempat terpisah Kapolres Lebak Polda Banten AKBP Arninsi. S.H, S.I.K, M.H., melalui Kapolsek Lebakgedong  IPTU Ms. Mokhtar SH , mengatakan bahwa pihaknya juga memberikan himbauan kamtibmas dan mengajak masyarakat untuk turut membantu tugas Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban, senantiasa menggunakan helm saat mengendarai sepeda motor untuk kepentingan keselamatan, jangan mengkonsumsi minuman keras dan obat-obatan terlarang lainnya karena dapat membahayakan kesehatan.

“Kami akan meningkatkan saat patroli pada malam hari terutama pada jam-jam rawan, bertujuan untuk memberi rasa aman dan nyaman bagi warga masyarakat, sekaligus untuk menindak lanjuti atensi pimpinan untuk terus giatkan patroli malam,” tuturnya.
(Muhidin riyan)

Kanit Samapta Polsek Rangkasbitung Polres Lebak Giat Patroli Mobile

Lebak I ELANG SUMUT  – Kanit Samapta Polsek Rangkasbitung Polres Lebak,AIPTU Terry.MS dan AIPDA Didik Mahardhika,dalam rangka memelihara Kamtibmas di Wilayah Hukum Polsek Rangkasbitung Gencar melaksanakan giat patroli malam,cegah C3, di Wilkum Polsek Rangkasbitung Polres Lebak.

Giat Patroli di seputaran,Jalan RT.Hardiwinangun,Jalan Maulana Hasanudin, Jalan Multatuli Rangkasbitung dan Jalan Soekarno Hatta Rangkasbitung.Selasa malam   (29/09/2026), pukul. 23.35 Wib.

Kapolres Lebak AKBP Arninsi,SH,.S.I.K, M.Si, melalui Kapolsek Rangkasbitung Polres Lebak AKP Henri Sinaga,.SH, mengatakan.

“Patroli ini dilaksanakan dalam rangka menjaga keamanan dan kewaspadaan di Wilayah Hukum Polsek Rangkasbitung, selanjutnya anggota patroli juga memberikan himbauan Kamtibmas.

“Kepada warga masyarakat yang sedang melaksanakan giat ronda siskamling, sekaligus edukasi Kamtibmas untuk senantiasa menjaga kondusifitas dan keamanan di lingkungannya,”imbuh Kapolsek Rangkasbitung.
(Muhidin riyan)

Polsek Rangkasbitung Polres Lebak Sosialisasi Penerimaan Siswa Baru SMA Kemala Taruna Bhayangkara di SMPN 2 Rangkasbitung

LEBAK I ELANG SUMUT – Polsek Rangkasbitung Polres Lebak,hadir di tengah masyarakat melalui kegiatan pembinaan dan sosialisasi.Kali ini, jajaran Polsek Rangkasbitung,mensosialisasikan penerimaan siswa baru SMA Kemala Taruna Bhayangkara (KTB) kepada para siswa SMPN 2 Rangkasbitung.

Sosialisasi teresbut dilaksanakan oleh personel Polsek Rangkasbitung Polres Lebak,AIPDA Turas Catur.W dan BRIGADIR Imam Solichin.Personel Polsek Rangkasbitung memberikan informasi mengenai penerimaan siswa baru SMA Kemala Taruna Bhayangkara.Rabu (30/09/2026)

Kapolres Lebak Polda Banten AKBP Arninsi,SH,.S.I.K,.M.Si, melalui Kapolsek Rangkasbitung AKP Henri Sinaga,.SH,mengatakan.

"Kegiatan sosialisasi tersebut merupakan bagian dari upaya Polri untuk terus hadir dan membangun kemitraan dengan masyarakat.Menurutnya, kehadiran personel di lingkungan sekolah juga menjadi sarana untuk meningkatkan komunikasi serta partisipasi masyarakat dalam mendukung berbagai program yang disampaikan Polri.

“Kami memberikan informasi kepada masyarakat yang memiliki putra-putri dan memenuhi persyaratan agar dapat mengetahui adanya penerimaan siswa baru SMA Kemala Taruna Bhayangkara."ujar Kapolsek Rangkasbitung.
(Muhidin riyan)

Anggota Polsek Cileles Polres Lebak, melaksanakan Patroli di jam rawan Antisipasi Gangguan Kamtibmas

LEBAK I ELANG SUMUT  – Ciptakan situasi keamanan dan ketertiban di masyarakat, Anggota Polsek Cileles Polres Lebak Aipda Febry dan Bripka Silaen  melaksanakan kegiatan patroli malam guna mencegah gangguan kamtibmas dan kejahatan lainnya. Rabu Dini hari, (30/09/2026).

Selain untuk menjaga stabilitas keamanan wilayah, juga untuk menjaga silaturahmi serta memberikan imbauan Kamtibmas pada masyarakat yang ada di wilayah hukum Kecamatan Cileles Kabupaten Lebak.

Anggota Polsek Cileles Patroli menyisir Pertokoan, Perkantoran, Pos Ronda, Pemukiman, Jl. Raya Cileles-Rangkasbitung  antisipasi balap liar, tawuran serta lokasi yang rawan aksi kriminal.

Ditempat terpisah Kapolres Lebak Polda Banten AKBP Arninsi. S.H, S.I.K, M.H., melalui Kapolsek Cileles  Iptu Mukhamad Agus Hirwan Darmawan, mengatakan bahwa pihaknya juga memberikan himbauan kamtibmas dan mengajak masyarakat untuk turut membantu tugas Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban, senantiasa menggunakan helm saat mengendarai sepeda motor untuk kepentingan keselamatan, jangan mengkonsumsi minuman keras dan obat-obatan terlarang lainnya karena dapat membahayakan kesehatan.

“Kami akan meningkatkan saat patroli pada malam hari terutama pada jam-jam rawan, bertujuan untuk memberi rasa aman dan nyaman bagi warga masyarakat, sekaligus untuk menindak lanjuti atensi pimpinan untuk terus giatkan patroli malam,” tuturnya.
(Muhidin riyan)

pelaksana spam di lebak alergi wartawan! haji Oji enggan jawab soal Kedalaman Pengeboran, jawaban ngawur dan terkesan merendahkan

LEBAK, BANTEN I ELANG SUMUT - Proyek pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Tahun Anggaran 2026 di Kabupaten Lebak yang tersebar di 3 titik yakni Desa Cibarengkok, Cikumpay dan Cipeundeuy dikabarkan sudah hampir rampung.

Namun di balik klaim hampir selesai, terkuak sikap buruk pelaksana di lapangan yang terkesan menutup-nutupi informasi publik.

Pelaksana kegiatan yang merupakan pemenang tender dan akrab disapa H. Oji, saat dikonfirmasi awak media terkait progres pekerjaan justru menunjukkan sikap tidak kooperatif, enggan menjawab, dan terkesan merendahkan profesi wartawan.

Saat ditanya secara rinci terkait kedalaman pengeboran per titik dan spesifikasi teknis pekerjaan, Haji Oji tidak menjawab dengan data.

Kepada wartawan ia hanya menjawab singkat "1,5 H"* saat ditanya SR, lalu menjawab *"65" tanpa penjelasan rinci apa maksud angka tersebut. Ketika didesak soal kesesuaian spek, ia hanya berdalih, "saya sudah sesuai spek."

Ironisnya, konfirmasi wartawan yang seharusnya dijawab secara teknis dan transparan, malah dijawab dengan nada meremehkan.

"Sudahlah jangan kesana kesini, biasanya suka ke rumah, tenang aja kaya dengan siapa aja,"kata Oji terkesan mengalihkan pembicaraan dan mencoba 'menghargai' dengan cara yang tidak etis.

Jawaban tersebut sontak membuat awak media tersinggung. Konfirmasi resmi soal uang negara justru dibelokkan ke urusan pribadi "ke rumah" dan janji "nanti diperhatikan".

"Ditanya kapan saya ke rumah bapak, saya ini konfirmasi kegiatan Pak bukan jawaban besok saja," tegas wartawan di lokasi.

Sikap pelaksana yang alergi konfirmasi ini menjadi catatan merah. Padahal proyek SPAM yang bersumber dari uang negara wajib transparan, terbuka soal progres, kualitas, volume, dan persentase penyelesaian. Bukan malah bungkam dan menghindar saat ditanya spek.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi berapa persen realisasi pekerjaan SPAM di 4 titik tersebut, haji oji hanya memberikan keterangan dua titik yang sudah selesai Cipeundeuy dan kumpay, sementara cibarengkok dan calung bungur masih proses katanya, berapa kedalaman riil pengeboran yang dikerjakan, tak ada jawaban darinya 

Awak media mendesak Dinas PUPR Kabupaten Lebak sebagai dinas teknis untuk tidak tutup mata. Tegur pelaksana, awasi ketat di lapangan, jangan sampai proyek yang hampir selesai ini hanya asal jadi dan merugikan masyarakat sebagai penerima manfaat.

Jika pelaksana terus enggan transparan, patut diduga ada yang tidak beres dalam pelaksanaan SPAM tersebut.
(Muhidin Riyan tim)

GWI' BERTANYA: KENAPA OPLAH DI KP. BENDUNGAN CIHANJUANG CIBALIUNG PANDEGLANG SEJAK 2025 DIDUGA BELUM TERSERAP ASAS MANFAAT, SIAPA YANG BERTANGGUNG JAWAB?

PANDEGLANG,BANTEN I ELANG SUMUTRabu 30 September 2026 - Program Optimasi Lahan (Oplah) atau Irigasi Perpompaan di Kampung Bendungan, Desa Cihanjuang, Kecamatan Cibaliung, Kabupaten Pandeglang, Banten, disorot karena diduga mangkrak dan belum dimanfaatkan oleh petani sejak dibangun pada tahun dua ribu dua puluh lima. Fakta ini terkonfirmasi dari papan informasi proyek di lokasi dan investigasi lapangan GWI Pers Media.

DATA VALID PAPAN INFORMASI PROYEK DI LOKASI:

KEMENTERIAN PERTANIAN
DIREKTORAT JENDERAL LAHAN DAN IRIGASI PERTANIAN
PENGELOLAAN LAHAN DALAM RANGKA PENINGKATAN, PEMANFAATAN LAHAN NON RAWA
 PEKERJAAN : IRIGASI PERPOMPAAN
LOKASI : DESA CIHANJUANG KEC. CIBALIUNG KAB. PANDEGLANG
 SUMBER DANA : TP. APBN TA 2025
TITIK KORDINAT : -6.74671, 105.7991, 270m
PELAKSANA : GAPOKTAN KARYA USAHA

Program ini menjadi bagian dari target besar PROGRAM OPLAH DI PANDEGLANG. Ironisnya, di Kp. Bendungan Cihanjuang, pompa yang dibangun dengan uang negara dari TP. APBN TA 2025 tersebut justru diduga tidak berfungsi untuk petani.

Padahal sesuai pernyataan pihak pengelola, target sudah terealisasi. Namun fakta di lapangan diduga berseberangan. Oplah yang seharusnya untuk menunjang perekonomian masyarakat, realitanya berbanding terbalik. Petani masih belum merasakan asas manfaat dari program Oplah, kekeringan masih terjadi.

GWI' GABUNGNYA WARTAWAN INDONESIA sebagai wadah yang memiliki HAK KONTROL SOSIAL DAN MENYAMPAIKAN PENDAPAT menegaskan: Uang negara untuk rakyat, bukan untuk diterbengkalaikan!

4 TUNTUTAN TEGAS GWI' PERS MEDIA:

1. AUDIT TOTAL! Audit fisik dan fungsional Irigasi Perpompaan di Desa Cihanjuang yang dilaksanakan GAPOKTAN KARYA USAHA di titik koordinat -6.74671, 105.7991.

2. BUKA DATA! Transparansi Daftar Kelompok Tani penerima, spesifikasi teknis pompa, debit air, dan RAB Oplah harus dibuka ke publik agar tidak ada prasangka.

3. EVALUASI GAPOKTAN! Periksa kelayakan dan pertanggungjawaban Pelaksana GAPOKTAN KARYA USAHA sebagai penerima TP. APBN TA 2025.

4. FUNGSIKAN SEGERA! Kementerian Pertanian RI dan Dinas Pertanian Kabupaten Pandeglang wajib turun langsung memastikan pompa segera mengairi sawah petani. Ini uang negara, jangan dibiarkan terbengkalai tanpa pertanggungjawaban yang jelas.

Ini bukan soal satu pompa. Ini soal keadilan bagi petani Cibaliung dan keberhasilan Asta Cita Swasembada Pangan Presiden Prabowo. Jangan sampai program nasional hanya indah di atas kertas laporan, tapi mangkrak di lapangan.

Program Oplah milik negara jangan dibiarkan terbengkalai seperti yang ada di Kp. Bendungan Desa Cihanjuang Kecamatan Cibaliung Pandeglang Banten.

GWI Pers Media akan terus mengawal dengan prinsip Integritas, Akurat, Independen, Berimbang.
Dengan tujuan program pemerintah harus bisa di rasakan masyarakat sesuai harapan,"hingga berita ini di turunkan belum ada konfirmasi resmi dari pihak pengelola progam , media membuka ruang hak jawab sesuai ketentuan. 
(Muhidin Riyan/brn tim)

Mentri PPN Kepala Bappenas Berikan Penghargaan Kepada Deli Serdang ,Raih Terbaik II PPD Nasional 2026

JAKARTA I ELANG SUMUT - Kabupaten Deli Serdang meraih Terbaik II Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) tingkat nasional Tahun 2026 kategori kabupaten. Capaian ini menjadi pengakuan atas kualitas perencanaan dan kinerja pembangunan daerah yang dinilai memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Penghargaan diberikan langsung Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Rachmat Pambudy, bersama Wakil Menteri Dalam Negeri, Ribka Haluk, kepada Bupati Deli Serdang, dr H Asri Ludin Tambunan, di Jakarta, Rabu (30/9/2026).

“Alhamdulillah, ini menjadi bukti bahwa kualitas perencanaan pembangunan Deli Serdang semakin baik dan tentunya penghargaan ini menjadi motivasi bagi saya dan seluruh ASN untuk terus meningkatkan kualitas kerja dalam memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat,” ucap Bupati yang turut hadir bersama Ketua TP PKK dan jajaran perangkat daerah terkait.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran perangkat daerah dan masyarakat atas dukungan serta kerja sama dalam menyukseskan perencanaan program pembangunan.

“Terima kasih kepada masyarakat dan seluruh perangkat ASN. Alhamdulillah kita bisa meraih terbaik kedua penghargaan nasional. Ini menjadi modal kita untuk merencanakan berbagai program yang terus berdampak untuk masyarakat Deli Serdang,” pungkasnya.

Menteri PPN/Bappenas, Rachmat, mengatakan PPD bukan sekadar bentuk apresiasi, tetapi menjadi pemacu bagi pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kualitas pembangunan dan bekerja lebih keras dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

“Penghargaan yang sederhana itu bukan hadiah, tapi pemacu supaya bekerja lebih keras lagi,” ujar Rachmat.

Menurutnya, pembangunan nasional merupakan agregasi dari pembangunan daerah. Karena itu, perencanaan pembangunan harus diterjemahkan hingga ke daerah dan bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

PPD telah dilaksanakan sejak 2011 dan sebelumnya dikenal sebagai Anugerah Pangripta Nusantara (APN). Ajang ini menjadi instrumen untuk mendorong peningkatan kualitas perencanaan dan kinerja pembangunan daerah sekaligus menjadi ruang pembelajaran bersama antardaerah.

Bagi Deli Serdang, capaian ini melanjutkan catatan prestasi di tingkat nasional. Deli Serdang sebelumnya meraih peringkat pertama APN 2013 tingkat kabupaten/kota, pada masa kepemimpinan Bupati Amri Tambunan.

Deputi Bidang Pengendalian, Evaluasi, dan Manajemen Risiko Pembangunan Kementerian PPN/Bappenas, Tri Dewi Virgiyanti, menjelaskan penilaian PPD 2026 menitikberatkan pada kualitas pembangunan yang dibuktikan melalui dampak dan kontribusi konkret program daerah terhadap kesejahteraan masyarakat. Penilaian juga melihat inovasi dan program unggulan daerah yang mendukung tujuan pembangunan nasional, dengan penekanan pada pembangunan sumber daya manusia.

Tahun ini, proses penilaian diperkuat menjadi tiga tahap, yakni penilaian dokumen perencanaan, wawancara dan verifikasi lapangan, serta presentasi pemerintah daerah di hadapan Dewan Penilai. Tahap terakhir menjadi penguatan baru dalam PPD 2026 untuk mengonfirmasi dan mendalami capaian, strategi, serta inovasi pembangunan daerah.

Pelaksanaan PPD 2026 diikuti seluruh 38 provinsi, 334 dari 415 kabupaten, serta 86 dari 94 kota. Penilaian melibatkan tim teknis lintas unit kerja Kementerian PPN/Bappenas, tim independen dari akademisi dan profesional, serta tim penilai utama dan Dewan Penilai lintas kementerian/lembaga.

Wakil Menteri Dalam Negeri, Ribka Haluk, menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah penerima PPD sekaligus menekankan pentingnya konsistensi antara perencanaan pembangunan nasional dan daerah.

“Yang dinilai adalah bagaimana pemerintah daerah itu konsisten antara RPJM dan juga RPJMD. Saya pikir ini poin-poin yang penting yang perlu ditangkap oleh kita semua, bahwa konsistensi terhadap rencana itu sangat penting,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya perencanaan berbasis data yang akurat agar pembangunan dapat diukur dan diarahkan pada program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Hasil PPD juga diharapkan tidak berhenti pada pemberian penghargaan, tetapi menjadi umpan balik untuk memperkuat kualitas perencanaan dan kinerja pembangunan daerah. Praktik baik yang ditemukan di daerah penerima diharapkan dapat menjadi pembelajaran dan direplikasi oleh daerah lainnya.

Adapun hasil penilaian menempatkan Kabupaten Kendal sebagai Terbaik I kategori kabupaten, disusul Deli Serdang, Lampung Selatan, Sumedang, dan Sleman.

Pada kategori kota secara berurut diraih oleh Surabaya, Manado, Pekalongan, Tangerang, dan Balikpapan. Sementara kategori provinsi, lima daerah terbaik adalah Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, dan Sumatera Selatan.

Kabupaten Deli Serdang meraih Terbaik II Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) tingkat nasional Tahun 2026 kategori kabupaten. Capaian ini menjadi pengakuan atas kualitas perencanaan dan kinerja pembangunan daerah yang dinilai memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Penghargaan diberikan langsung Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Rachmat Pambudy, bersama Wakil Menteri Dalam Negeri, Ribka Haluk, kepada Bupati Deli Serdang, dr H Asri Ludin Tambunan, di Jakarta, Rabu (30/9/2026).

(Team AK)

FABEM SUMUT INISIASI SOSIALISASI KEIMIGRASIAN TENTANG TINDAK PIDANA PERDAGANGAN ORANG (TPPO) DAN TINDAK PIDANA PENYELUNDUPAN MANUSIA (TPPM) BERSAMA KANTOR IMIGRASI KELAS I NON TPI MEDAN DAN DISNAKER SUMUT

MEDAN I ELANG SUMUT - Forum Group Diskusi (FGD) yang dilaksanakan di Alamanda Cafe Box Perumahan Menteng Indah Medan 30/9/2026 menghadirkan peserta mahasiswa dari perwakilan kampus swasta dan negeri yang ada di medan.kegiatan tersebut juga hadir Sekretaris Dinas Pendidikan Kab.Deli Serdang Samsuar sinaga,DR.Redyanto Sidi S.H M.H,mantan direktur LBH Medan Nuriyino nano.
Rinno Hadinata S.sos Ketua DPW Fabem (Forum Alumni Badan Eksekutif Mahasiswa) Sumatera Utara dalam kata sambutan menuturkan agar mahasiswa yang hadir dapat membawa semangat pembaharuan dan sosial control terhadap bahaya Tindak pidana perdagangan orang dan tindak pidana penyelundupan manusia disertai peki kan "Hidup Mahasiswa...Hidup Rakyat Indonesia..Hidup Perempuan Indonesia".

Rinno juga menginginkan kegiatan ini merupakan langkah Awal dalam inisiasi "Gerakan Imigrasi Goes To Campus".

Selaras dengan itu Ridha Saputra Dalam sambutan nya menuturkan terima kasih pada mahasiswa yang telah hadir untuk mengikuti kegiatan Forum Group Diskusi (FGD) yang di inisiasi oleh FABEM Sumut dan PW Pemuda Muslimin Sumut.Kolaborasi  kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk Sosialisasi program kerja Kantor Imigrasi kelas I Non TPI medan dalam menindak lanjuti bahaya dari Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan Tindak Pidana Penyelundupan Manusia (TPPM).

Ridha Saputra juga menuturkan Perubahan nomenklatur Dari Kantor Imigrasi Kelas I TPI polonia medan menjadi Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Medan.Ridha juga dikenal dekat dengan adik-adik mahasiswa.

Pius Victor Aruan, S.T menjabat sebagai Kepala Seksi Bina Penempatan dan Perluasan Kesempatan Kerja di Dinas Ketenagakerjaan Provinsi Sumatera Utara menuturkan perlu dilakukan sinergi perlindungan tenaga kerja terhadap pencegahan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dan Tindak pidana Penyelundupan Manusia (TPPM) antara Dinas Ketenagakerjaan Sumut dan Kantor Imigrasi Kelas I polonia medan.
Landasan hukum 
Peraturan Pemerintah (PP) No.59 Tahun 2021
Peraturan Pemerintah (PP) No.10 Tahun  2020
Peraturan Pemerintah (PP) No.22 Tahun 2022
Permenaker No.9 Tahun 2019
Permenaker No.4 Tahun 2023
Permenaker No.9 Tahun 2024
Permen  P2MI No.1 Tahun2025
Analisis Data tren kasus TPPO di sumut tahun 2024 sebanyak 392,jumlah korban 471,tahun 2025 jumlah kasus 391 jumlah korban 462 total komulatif 691 kasus dengan jumlah korban 1.583.januari 2026 sebanyak 289 PMI bermasalah dipulangkan dari luar negeri.

Faktor kerentanan dan Modus Operandi adalah Faktor Geografis.
Modus operandi/modus baru adalah Online Scammung dengan target utama Gen-Z usia 18-25 tahun,iming-iming gaji 15 juta hingga 20 juta/bulan,menggunakan visa wisata oalsu dengan tujuan kamboja,myanmar dan laos,serta dipaksa bekerja di pusat peniouan online.
Langkah strategis adalah penguatan regulasi daerah,edukasi ke akar rumput dan optimalisasi layanan resmi.
Sinergi Disnaker dan Imigrasi adalah program PIMPASA (pengawasan imigrasi pembangunan desa) dengan 53 personel imigrasi dikerahkan untuk mengawal 171 deaa binaan serta komitmen disnaker setiap permohonan untuk tujuan bekerja ke luar negeri akan melalui proses ketat bersama imigrasi untuk mencegah penyalahgunaan dokumen.

Pratisi Hukum Andris Tarihoran SH, M.H menuturkan diperlukan sinergitas antara dinas ketenagakerjaan sumut dan imigrasi dalam penindakan hukum,baik pelaku (perorangan/calo/perusahaan)maupun penyelenggara negara (PNS ke imigrasian dan Dinas Ketenagakerjaan) untuk efek jera,serta diperlukan pengawasan atau sosial kontrol.

Fauzi Abdullah kepala seksi penindakan ke imigrasian diperlukan penguatan sinergitas dan kolaborasi lintas instansi dalam proses penegakan hukum,penguatan sistem intelijen dalam mitigasi dan pencegahan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dan tindak pidana Penyelundupan manusia (TPPM).

(REL)

Hujan Deras Sambut Juhendri, Bacalon Kades Sungai Ara Keempat Serahkan Dokumen Pencalonan

PELALAWAN I ELANG SUMUT   — Hujan deras mengiringi langkah Juhendri alias Joe Kacaw saat mendatangi Panitia Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Sungai Ara, Rabu (30/9/2026). Kedatangannya untuk menyerahkan dokumen persyaratan pencalonan sebagai bakal calon Kepala Desa Sungai Ara.

Meski hujan turun cukup deras, Juhendri tetap datang dan menyerahkan berkas pencalonannya. Suasana tersebut menjadi bagian tersendiri dalam perjalanan dirinya untuk ikut mengambil bagian dalam proses demokrasi di tingkat desa.

Usai menyerahkan dokumen kepada panitia, Juhendri alias Joe Kacaw menyampaikan bahwa keputusannya maju sebagai bakal calon Kepala Desa Sungai Ara bukan semata-mata soal pencalonan, tetapi juga bentuk keinginan untuk ikut berbuat dan mengabdikan diri bagi masyarakat.

“Saya datang bukan karena merasa paling hebat dan bukan pula karena merasa paling mampu. Saya datang karena ingin ikut berbuat untuk kampung halaman. Bagi saya, Sungai Ara adalah tanah tempat saya tumbuh dan bagian dari tanggung jawab kita bersama untuk menjadikannya lebih baik,” ujar Juhendri.

Ia menegaskan, proses Pilkades hendaknya dijalankan dengan suasana kekeluargaan, mengedepankan musyawarah dan menghormati setiap pilihan masyarakat.

“Pilkades ini jangan sampai membuat kita terpecah. Siapa pun yang maju adalah putra-putri Sungai Ara. Kita boleh berbeda pilihan, tetapi persaudaraan harus tetap dijaga. Menang atau kalah dalam kontestasi adalah bagian dari proses, tetapi menjaga marwah dan persatuan kampung adalah tanggung jawab kita bersama,” katanya.

Menurut Juhendri, hujan yang turun saat dirinya mengantarkan berkas pencalonan justru menjadi sebuah pengalaman yang akan dikenang.

“Hujan hari ini saya anggap sebagai bagian dari perjalanan. Kita tidak pernah tahu seperti apa cuaca di depan, tetapi yang penting kita tetap melangkah. Mudah-mudahan niat baik ini mendapat ridha Allah SWT dan memberikan manfaat bagi masyarakat Sungai Ara,” ucapnya.

Juhendri juga mengajak seluruh masyarakat Sungai Ara untuk bersama-sama menjaga suasana Pilkades agar tetap aman, damai, santun, dan bermartabat.

“Mari kita kedepankan musyawarah dan mufakat. Jangan karena perbedaan pilihan kita menjadi bermusuhan. Apa pun hasilnya nanti, Sungai Ara tetap rumah kita bersama,” tutupnya.
(SYAHRUDIN)

Pertarungan Politik untuk 2029 Sudah Dimulai Sejak Kemarin: Anomali Politik yang Digempur Oleh Kampanye Hitam Oligarki Lewat Hegemoni

Oleh: Andre Vincent Wenas

JAKARTA I ELANG SUMUT -
Tiga hal yang harus kita cermati. Jokowi, Gibran dan PSI. Ketiganya dianggap penghalang ambisi oligarki hitam untuk kembali berkuasa. Ketiganya adalah anomali politik yang sedang digempur oleh kampanye hitam oligarki hitam melalui hegemoni.  

Ini adalah soal perebutan kekuasaan. Kembali berkuasa bagi para oligark artinya kembali bisa berkonspirasi untuk menghisap kekayaan negeri ini lebih banyak lagi untuk masuk ke kantong mereka beserta kompradornya secara terstruktur, sistematis dan massif. 

Ketiganya (Jokowi, Gibran dan PSI) jadi target operasi yang harus dihabisi secara politik, sehingga panggung politik nasional kembali di-hegemoni oleh kekuatan lama. Panggung politik harus dikuasai kembali. Operasi politik pun dilancarkan, ya operasi politik. Drama yang tampil di forum Mahkamah Konstitusi sekarang adalah tontonan di panggung depan belaka. 

Untuk memahami oligarki dan hegemoni, kita pinjam pemahaman dari Aristoteles untuk konsep oligarki, dan dari Antonio Gramsci untuk konsep hegemoni.  

Konsep oligarki pertama kali dicetuskan oleh Aristoteles. Ia menggunakan istilah ini untuk menamai pemerintahan suatu negara dimana kekuasaan sesungguhnya dipegang oleh sekelompok kecil orang yang kaya raya (istilah sekarang mungkin konglomerat dan komplotannya) demi melanggengkan kepentingan mereka sendiri. 

Di era modern sekarang ini teori mengenai oligarki, terutama kaitannya dengan mempertahankan kekayaan material (wealth defense), diperdalam lebih lanjut oleh ilmuwan politik seperti Jeffrey Winters. 

Sedangkan konsep hegemoni (khususnya hegemoni budaya) dijelaskan oleh Antonio Gramsci sebagai cara kelas penguasa mempertahankan kekuasaannya bukan melalui kekerasan militer atau paksaan (coercion), melainkan melalui persetujuan dan konsensus moral-budaya (consent) dari masyarakat. 

Antonio Gramsci berargumen bahwa dalam masyarakat kapitalis modern, kelas borjuis tidak hanya mengendalikan ekonomi dan aparat negara (seperti polisi dan tentara). Tapi mereka juga menanamkan nilai-nilai, ideologi, dan cara pandang mereka ke dalam pikiran kelas pekerja. 

Sehingga kelas yang tertindas secara sukarela menerima dan malah mendukung sistem yang sebenarnya menghisap darah (merugikan) mereka. Mereka menerimanya sebagai sesuatu yang wajar dan alami saja. Dianggap sebagai sesuatu yang tidak bisa diubah, sehingga masuk akal bagi orang kebanyakan (common sense). 

Untuk memahami konsep hegemoni Gramsci, kita perlu cermati beberapa institusi sipil yang bertindak sebagai agen. Ideologi penguasa tidak disebarkan lewat senjata, melainkan disusupkan secara halus melalui lembaga-lembaga masyarakat sipil (civil society) seperti sekolah, lembaga keagamaan, media massa, keluarga, hingga budaya popular yang jargonnya akrab di telinga dan hati rakyat. 

Lalu tentang kombinasi kuasa, menurut Antonio Gramsca ada dua pilar yang saling berkelindan dalam kekuasaan negara. Pilar pertama yaitu masyarakat politik (political society) yang menggunakan kekuatan fisik dan hukum (misalnya polisi, pengadilan, tentara) untuk memaksa kepatuhan. Lalu pilar kedua, yaitu masyarakat sipil (civil society). Hegemoni dilancarkan dilancarkan melalui bahasa, budaya, edukasi untuk menciptakan kesepakatan sukarela. 

Kita juga harus menyadari bahwa hegemoni ini bersifat dinamis. Hegemoni bukanlah kondisi yang statis atau permanen. Tetapi hegemoni adalah sebuah proses yang harus terus-menerus dipertahankan, dinegosiasikan, dan dimodifikasi oleh kelas penguasa karena selalu ada potensi resistensi atau perlawanan dari kelas bawah. 

Dengan kedua konsep di atas (oligarki dan hegemoni) akan kita bedah anatomi kasus ijazah Jokowi dan Gibran. Mempersoalkan status ijazah kedua tokoh ini faktanya bukanlah barang yang baru. Kasus yang sama sudah pernah dipersoalkan sejak dulu. Jejak digitalnya bisa Anda telusuri sendiri historinya. 

Mendiskreditkan wibawa Jokowi, Gibran dan juga PSI dilakukan bukan dengan kekerasan. Tapi dengan menebar DFK (disinformasi, fitnah dan kebencian). Ini persis seperti dipaparkan dalam teori hegemoni Gramsci. Dicampur dengan teknik DFK (disinformasi, fitnah dan kebencian) ala Joseph Goebbels, menteri propagandanya Adolf Hilter. 

Kehadiran Jokowi di panggung politik dianggap mengganggu eksistensi oligarki yang selama ini menikmati kekuasaan. Awalnya ia dianggap masih sebagai “petugasnya”, namun belakangan sadar ternyata oligark inilah yang justru sedang “dimanfaatkan” untuk memuluskan “agenda kebangsaan” (developmentalisme) sang anomali politik. 

Sekarang kita bergeser ke Gibran. Mengapa sekarang kampanye hitam terhadapnya semakin gencar? Prof. Denny Indrayana yang jadi komandan lapangan dan tampil di panggung depan untuk memimpin “black-campaign” ini. Kasusnya ramai sekali diperbincangkan di media. Tak usah diulang lagi disini. 

Lalu yang menyangkut Gibran dan parpol koalisi. Gibran sampai saat ini netral, ia tidak berpartai. Ia yang awalnya secara bulat didukung oleh parpol koalisi untuk mendampingi Prabowo kok sekarang tampak dibiarkan sendirian? Kecuali tentu PSI yang konsisten terus membela Gibran. Tapi kemana parpol anggota koalisi lainnya? 

Tak terlalu sulit sebetulnya untuk menginterpretasikan fenomena “pembiaran” ini oleh parpol koalisi. Dalam politik sering dikatakan “tak ada musuh atau kawan yang abadi, kecuali kepentingan”. Sehingga pertanyaannya bisa dirumuskan menjadi, keuntungan politik apa yang bisa didapat oeh parpol itu untuk membela Gibran saat ini dalam upaya meng-counter gugatan Prof Denny Indrayana cs? 

Sementara menunggu reaksi parpol koalisi bereaksi, kita tengok sebentar analisa mengenai latar belakang kenapa Gibran harus “disingkirkan” dari panggung politik nasional sekarang. Saya kutipkan penyataan seorang ibu yang kutipan videonya saya dapatkan dari medsos, sayangnya nama beliau tidak dicantumkan. Analisanya menarik, begini kutipannya: 

“Kenapa Gibran harus disingkirkan sekarang? Mari kita jujur. Sengketa ijazah Gibran 2026 ini bukan soal 2024. Bukan soal 6 Agustus. Bukan soal 24 jam. Bukan soal UTS Insearch itu SMA atau kursus. Ini soal 2029. Mereka takut bukan pada Wapres Gibran hari ini. Wapres itu tidak punya APBN, tidak punya partai besar, tidak bisa pecat menteri. Tidak menakutkan. Yang mereka takutkan adalah Gibran 2029.

Anak muda yang terus-menerus mereka sepelekan itu, kalau dibiarkan sampai 2029, akan punya umur 42 tahun, usia emas capres. Dua periode eksekutif Wali Kota Solo yang berhasil membangun, dan Wapres yang dikasih mandat eksekusi oleh atasannya serta aktif keliling. 

Narasi yang tidak bisa dilawan: "Saya tidak banyak bicara, saya kerja." Dan itu mematikan bagi semua pemain lama. Karena di 2029, pertanyaannya bukan lagi "apakah dia layak?" Tapi pertanyaannya adalah "siapa yang bisa mengalahkan dia?" Makanya harus disingkirkan sekarang. Kalau dibiarkan sampai 2028, dia akan terlalu kuat. Mesinnya sudah jadi. Relawannya sudah jadi. Prestasinya sudah akan ada angkanya. 

Tidak bisa diserang dengan "anak kemarin sore" lagi. Karena kemarin sore itu sudah 4-9 tahun yang lalu. Kalau diserang dengan isu korupsi atau kebijakan, tidak bisa. Karena track record Solo itu bersih. Tidak ada kasus. Satu-satunya celah yang tersisa adalah celah administratif 2024. Celah yang bahkan tidak dilihat KPU dua kali. Celah yang kalau di negara normal akan ditertawakan "Kalian mau diskualifikasi Wapres karena surat penyetaraannya terbit terlalu cepat dan mempermasalahkan UTS Insearch?"
 
Tapi celah itu harus dipakai sekarang, karena besok sudah terlambat. Makanya mereka rela mengorbankan rasa malu. Bayangkan, seorang mantan Wakil Menteri Hukum dan HAM, seorang mantan Pimpinan KPK, seorang profesor hukum tata negara, berkumpul dalam gugatan ke MK dengan dalil: "Surat penyetaraan Grade 12 terbit kurang dari 24 jam."

Mereka yang dulu mengajar  tentang asas praduga keabsahan keputusan tata usaha negara, sekarang lupa asas itu. Mereka yang dulu bilang "jangan bawa sengketa administrasi ke MK, bawa ke PTUN", sekarang bawa sengketa administrasi ke MK karena sudah lewat 90 hari di PTUN. Mereka yang dulu menertawakan gugatan ijazah Jokowi sebagai tidak mutu, sekarang mengajukan gugatan yang sama tidak bermutunya.

Mereka rela terlihat mengada-ada. Rela dibilang "kok urusan 24 jam dibawa ke MK?" Rela dibilang "kok pathway dipermasalahkan setelah bertahun-tahun?" Kenapa rela? Karena kalau tidak sekarang, kapan lagi? Kalau menunggu 2029, anak muda yang mereka sepelekan itu tidak lagi bisa disepelekan. Dia akan datang dengan angka, dengan hasil yang sudah dia bantu bangun, dengan program-program yang sudah dia bantu kawal. 

Di 2029, dia bukan lagi "anaknya Jokowi". Di 2029, dia adalah "Gibran". Dan itulah yang paling mereka takuti. Bukan takut Gibran tidak bisa kerja. Takutnya justru karena Gibran bisa kerja, dan kalau dia dibiarkan terus bekerja, panggung yang selama ini mereka kuasai dengan jargon, dengan teori, dengan dendam sejarah — panggung itu akan diambil alih oleh anak muda yang mereka sendiri terus-menerus sepelekan, yang datang hanya dengan satu kalimat "Tenang saja, saya sudah ada di sini".” 

Begitu kutipannya. Menarik sekali bukan? 

Bagaimana dengan PSI? Ini juga seru. Partai Solidaritas Indonesia yang sekarang diketuai oleh putra bungsu Jokowi dan adik kandung Gibran jadi sasaran tembak kampanye hitam dari kaki tangan para oligark. Juga sedang dirancang upaya-upaya menghadang PSI masuk parlemen pusat. 

PSI punya nilai-inti (core-value) anti-korupsi, padahal kegiatan koruptif adalah aktivitas ekstra-kurikuler yang “wajib” terutama bagi parpol yang masih merekrut para mantan napi koruptor. Ya jelas saja dimusuhi. 

Ada lho parpol yang memperlakukan mantan koruptor sebagai kader yang sudah “lulus” ujian “kenaikan tingkat” sehingga bisa diangkat jadi pengurus inti parpol tersebut. Bahkan bisa sampai jadi Sekjen-nya. Seolah keahliannya untuk korupsi adalah kompetensi yang dipersyaratkan untuk jadi “kader terbaik” mereka. 

Sedangkan PSI dipandang sebagai titik koordinat pertemuan yang jadi lawan dari para oligarki hitam. Maka kampanye hitam pun dilancarkan. Terhadap Ketua Harian PSI, Ahmad Ali, soal penyitaan 3,5 miliar rupiah dari rumahnya, dan ia pun langsung dituduh sebagai koruptor. Padahal perlu dibedakan antara uang yang disita serta dugaan sumber uang dan status hukum Ahmad Ali. Karena penyitaan tidaklah otomatis berarti seseorang sudah menjadi tersangka. 

Sama halnya dengan Raja Juli Antoni yang dituduh menerima gratifikasi dari mantan Bupati Kuansing. Soal amplop yang ditinggalkan di ruang rapat, namun kemudian dikembalikan. Ahmad Ali maupun Raja Juli Antoni bukanlah sebagai tersangka, namun kampanye hitam memosisikan mereka sebagai tersangkanya. Dan narasi di medsos pun terus menerus diulang-ulang mendiskreditkan mereka, seperti kaset rusak. 

PSI makin dibenci sekaligus ditakuti oligark hitam. Apalagi setelah Jokowi bersafari keliling daerah dan memamerkan KTA PSI-nya, tambah stress mereka. Di hadapan muka mereka bersikap manis, tapi di belakang punggung berkali-kali telah menikam dengan belati disinformasi, fitnah dan kebencian (DFK). 

Strategi hegemoni dipadu dengan teknik “firehose of falsehood” ala Joseph Goebbels, menteri propagandanya Hitler itu. Semburkan terus DFK, lama-lama toh kebohongan itu bisa diterima (bahkan dibela) sebagai hal yang benar. Penyesatan yang jahat sekali memang. 

Jadi Jokowi, Gibran dan PSI merupakan fenomena yang dirasa “aneh” atau anomali oleh struktur kekuasaan yang ada di Indonesia saat ini. Bagaimana bisa tukang kayu yang tidak punya “backing” politik atau tidak “berdarah biru” dari rezim kekuasaan kaum oligark, kok bisa membangun karir politik yang begitu mencengangkan. 

Kemudian Gibran bisa jadi wapres, walau faktanya Gibran dipilih lewat pemilu, jadi bukan politik dinasti. Semakin hari kok terasa semakin kuat posisi politiknya. 

Kemarin Jokowi secara demonstratif memamerkan Kartu Tanda Anggota PSI, sambil bilang kalau “parliamentary threshold” naik jadi 5 persen atau lebih tidak jadi soal. Tambah membuncahlah kebencian oligark. 

Tapi Jokowi ini memang anomali politik. Di tengah gemuruh fitnah dari segala penjuru, Jokowi tetap tenang. Ketenangan Jokowi ini malah membuat para oligark semakin tidak tenang. Ketenangan yang meresahkan. 

Kita ingat pula ada teori tentang “Kecerdasan Machiavellian”, yaitu yang merujuk pada kemampuan strategis, taktis, dan realistis dalam memahami serta mengelola kekuasaan. 

Disini “kecerdasan Machiavellian” selalu mengalami tegangan (tension) antara intrik politik di satu sisi dan moralitas tradisional di sisi lainnya. Niccolo Machiavelli memang memandang politik berdasarkan kenyataan apa adanya (realitas) bukan angan-angan moral. Politik sebagai “Dasein” (yang senyatanya terjadi) yang berseberangan dengan “Das Sollen” (yang normative atau yang seharusnya terjadi).

Jokowi pun demikian, dengan kita mengamati orang-orang ada di sekeliling lingkaran kekuasaannya, kita bisa melihat dengan cukup jelas perpaduan antara misi besarnya dengan realitas kekuasaan lainnya yang sedang ia gunakan untuk pertama-tama mempertahankan kekuasaannya sendiri demi suksesnya agenda pembangunan yang sudah ia canangkan. Prinsipnya, developmentalismenya harus berjalan. 

Kita mendeteksi adanya perpaduan antara teknokrat dan politisi yang merepresentasi partai-partai politik sebagai “trade-off” demi langgengnya kekuasaan. Racikan antara orang-orang pintar dan loyal, dengan dukungan unur parpol seperti PDI Perjuangan, Golkar, Nasdem, PAN, PKB, Demokrat dan lainnya. Juga unsur militer, ormas dan relawan pendukung. Semua terwakilkan di cabang eksekutif, legislatif maupun yudikatif. Tapi bukan berarti dengan direkrut Jokowi lalu bisa seenaknya korupsi. 

Relasi kuasa diantara mereka diorkestrasi sedemikian rupa oleh Jokowi sampai bisa berjalan efektif. Selama 10 tahun berjalan berbarengan melewati prahara Covid-19, tantangan pertumbuhan ekonomi sambil terus menjaga inflasi, mengawal pemerataan pembangunan yang Indonesia-sentris, menjaga kedaulatan dengan menaikan moral aparat dengan berani tampil “unjuk gigi” di perbatasan, dan lain-lain.  

Main cantik di panggung depan politik dengan mengakomodasi permintaan (tuntutan) parpol, sambil juga berani (atau tega?) memenjarakan kader parpol yang diangkat jadi menterinya tatkala mereka terjaring OTT dari KPK maupun Kejaksaan. 

Sebagai penutup kita hanya mau bilang, semua pemimpin politik di dunia sebetulnya memiliki “kecerdasan machiavelian”. Untuk konteks Indonesia, terutama menghadapai pertarungan politik 2029 yang “prelude”nya sudah dimulai sejak kemarin-kemarin, kita melihat fenomena anomali politik yang sedang digempur oleh kampanye hitam oligarki lewat hegemoni. 

Bagaimana pendapat Anda? 

Jakarta, Rabu, 30 September 2026 
Andre Vincent Wenas ,MM,MBA., pemerhati ekonomi dan politik, Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis PERSPEKTIF (LKSP), Jakarta.

(REL)