Penulis Oleh: Indra Kesuma, S.Pd.
Pendidikan yang bermakna tidak selalu dimulai dari ruang kelas. Terkadang, ia tumbuh dari halaman sekolah, dari gerakan yang dilakukan bersama, dan dari kebiasaan sederhana yang terus dirawat setiap hari.
Ada yang menarik dari rutinitas pagi di UPT SPF SDN 101868 Desa Sena menghadirkan suasana yang berbeda setiap Jum'at dan Sabtu. Sebelum pelajaran dimulai, para siswa berkumpul untuk mengikuti senam pagi. Musik mengalun, gerakan mengikuti irama, dan halaman sekolah menjadi ruang bagi anak-anak untuk bergerak, bergembira, sekaligus belajar tentang pentingnya menjaga kesehatan.
Kegiatan yang dipandu oleh Indra Kesuma, S.Pd., ini bukan sekadar rutinitas sebelum masuk kelas. Melalui Senam Anak Indonesia Hebat hingga senam kreasi yang memadukan unsur musik daerah, sekolah menghadirkan pengalaman belajar yang menyentuh lebih dari satu aspek perkembangan anak seperti :
kebugaran jasmani, kedisiplinan, kebersamaan, dan kecintaan terhadap budaya bangsa.
Ada pesan penting di balik kegiatan yang tampak sederhana ini. Anak-anak tidak hanya membutuhkan pengetahuan untuk menjadi generasi yang unggul. Mereka juga membutuhkan kebiasaan hidup sehat, karakter yang kuat, serta kesempatan untuk mengenal kekayaan budaya Indonesia sejak dini.
Ketika Musik Daerah Menjadi Irama Kegembiraan Siswa
Bagaimana cara membuat anak-anak jatuh cinta pada budaya bangsanya sendiri? Barangkali, jawabannya tidak selalu dimulai dari buku sejarah, hafalan nama tarian, atau penjelasan panjang tentang tradisi daerah. Terkadang, kecintaan itu tumbuh ketika anak mendengar sebuah irama, menggerakkan tubuh mengikuti musik, lalu tersenyum karena menikmati pengalaman yang baru.
Suasana seperti itulah yang ingin dihadirkan melalui kegiatan senam di UPT SPF SDN 101868 Desa Sena. Setiap Jum'at dan Sabtu sebelum pembelajaran dimulai, para siswa mengikuti Senam Anak Indonesia Hebat dan senam kreasi yang memadukan unsur musik daerah.
Tantangan dunia pendidikan saat ini, ketika anak-anak yang semakin akrab dengan musik populer dan hiburan digital, memperkenalkan musik daerah menjadi suatu tantangan tersendiri sekaligus peluang bagi dunia pendidikan. Anak-anak perlu diberi kesempatan untuk mengenal musik tradisional melalui pengalaman yang menyenangkan, bukan sekadar diminta mengetahui namanya.
Melalui gerakan senam, musik daerah hadir dengan cara yang lebih dekat dengan keseharian mereka. Irama yang terdengar bukan hanya menjadi pengiring olahraga, melainkan juga menjadi pengalaman yang dapat dinikmati bersama.
Ketika musik daerah dipadukan dengan gerakan senam, proses pengenalan itu terasa lebih alami. Anak-anak dapat menikmati irama sambil bergerak, mengikuti ketukan, dan merasakan suasana yang berbeda dari musik yang biasa mereka dengarkan.
Pengalaman tersebut dapat menjadi pintu masuk untuk menumbuhkan rasa ingin tahu. Musik apa yang sedang dimainkan? Dari daerah mana irama itu berasal? Apa yang membuat bunyinya berbeda? Pertanyaan-pertanyaan sederhana seperti ini dapat berkembang menjadi percakapan menarik tentang keberagaman budaya Indonesia.
Inilah salah satu kekuatan pembelajaran yang menggabungkan seni dan aktivitas fisik. Budaya tidak hanya diperkenalkan sebagai pengetahuan yang harus diingat, tetapi juga sebagai bagian dari pengalaman yang menyenangkan.
Anak-anak mungkin belum langsung memahami seluruh makna sebuah musik tradisional. Namun, ketika mereka mulai menyukainya, muncul kesempatan untuk mengenal budaya tersebut lebih jauh.
Sebab, sesuatu yang disukai akan lebih mudah mengundang rasa ingin tahu. Dari rasa ingin tahu, tumbuh keinginan untuk mengenal. Dari pengenalan yang berulang, perlahan terbentuk rasa memiliki dan kebanggaan.