DELI SERDANG I ELANG SUMUT – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) melalui Tim Penjaringan Verifikasi dan Validasi mulai melakukan penilaian lapangan terhadap kandidat program Kampung Kreatif Sumut Berkah 2026. Berdasarkan hasil penjaringan awal, terdapat dua wilayah di Kabupaten Deli Serdang yang berhasil masuk dalam kategori zonasi program ini, yaitu Kelurahan Galang Kota dan Desa Bangun Sari Baru.
Tim verifikasi Pemprov Sumut meninjau langsung lokasi titik fokus program di Lingkungan 7, Kelurahan Galang Kota, Kecamatan Galang, guna mencocokkan dokumen proposal dengan realita dan aktivitas masyarakat di lapangan.
Inovasi Pengelolaan Sampah dan Ekonomi Kreatif
Lurah Galang Kota, Gusri S. Gea, S.STP., M.Si., menjelaskan bahwa usulan pembentukan Kampung Kreatif Sumut Berkah ini berawal dari komitmen kelurahan untuk meningkatkan kesejahteraan warga melalui pembenahan fasilitas publik. Salah satu tonggak utamanya adalah kehadiran Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TP3R) di Lingkungan 7.
"Sampah merupakan masalah serius, namun memiliki daya guna tinggi bila dikelola dengan tepat. Dari dasar inilah kami mengusulkan program Kampung Kreatif Sumut Berkah ke tingkat provinsi, dan bersyukur hari ini ditinjau langsung oleh tim penilai," ujar Gusri saat memaparkan presentasinya di lokasi acara.
Gusri menambahkan, pusat kegiatan Kampung Kreatif ini diproyeksikan menjadi episentrum penumbuhan ekonomi kreatif warga sekitar. Melalui pembentukan kelompok-kelompok usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), program ini ditargetkan mampu membuka lapangan pekerjaan baru sekaligus menjadi proyek percontohan (role model) yang bisa direplikasi oleh wilayah lain di Deli Serdang.

Syarat Keberlanjutan Program Usaha
Ketua Tim Verifikasi dan Validasi Provinsi Sumut, Benny P. Girsang, S.STP., M.Si., didampingi Oktavia Siskayanti, SH., M.Si., menegaskan bahwa kehadiran timnya bertujuan untuk memastikan aspek keberlanjutan dampak ekonomi bagi masyarakat setempat. Pemprov Sumut menggarisbawahi pentingnya kesiapan manajemen kelompok usaha di tingkat bawah sebelum bantuan stimulan digelontorkan.
"Kami ingin melihat apa dampak riil yang diperoleh masyarakat. Harus dipastikan sudah ada kelompok usaha atau penanggung jawab kegiatan yang jelas, sehingga program dari provinsi benar-benar memperbaiki pendapatan masyarakat. Sebagai contoh, perlu ada diferensiasi produk kuliner atau spesifikasi usaha yang menjadi daya tarik khas agar orang luar mau datang dan berbelanja ke sini," tegas Benny.
Pihak Pemprov Sumut juga mengonfirmasi telah menerima berkas administrasi krusial dari pihak kelurahan, mulai dari proposal pengajuan tata ruang, rencana tata letak, hingga surat hibah lahan yang akan dijadikan lokasi sentral aktivitas ekonomi mandiri tersebut.
Dukungan Lintas Sektor Kabupaten Deli Serdang
Peninjauan lapangan ini mendapat pengawalan ketat dari jajaran pejabat teras Kabupaten Deli Serdang. Hadir memberikan dukungan di antaranya Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Drs. Zaenal Abidin Hutagalung; Pendamping Kadisnaker, Drs. Setia Budi Pane; serta Kabag Tata Pemerintahan (Tapem), Drs. Adi Winarto.
Dukungan teknis juga ditunjukkan dengan kehadiran para kepala dinas dan perwakilan instansi sektoral Deli Serdang, antara lain dari Bappeda Litbang, Dinas SDA BMBK, Dinas Perkimtan, Dinas Cikataru (Cipta Karya dan Tata Ruang) yang diwakili Sekretaris Latifah Hanum, Dinas Lingkungan Hidup, Camat Galang Darma Bhakti Harahap, S.Sos., Kasi PMD Kecamatan Galang Suarni, Kepala UPT SDA BMBK Ramli, serta para pelaku usaha UMKM lokal.

Melalui sinergi lintas instansi ini, Kelurahan Galang Kota optimistis dapat lolos tahap verifikasi akhir dan mengamankan alokasi bantuan fasilitas usaha dari Pemprov Sumut guna merealisasikan kawasan Kampung Kreatif Sumut Berkah secara berkelanjutan.
(AK)