Oleh: Josef Herman Wenas
๐๐ฎ๐ด๐ถ๐ฎ๐ป-๐ฎ: ๐ฃ๐ฒ๐ฟ๐ฎ๐ป ๐๐๐๐ฎ๐ป๐ฎ ๐๐ถ๐ฏ๐ฎ๐น๐ถ๐ธ ๐ฆ๐ผ๐๐ผ๐ธ ๐ฅ๐ฎ๐ถ๐ ‘๐๐ฎ๐บ
JAKARTA I ELANG SUMUT
Juli 2023, karena sudah sangat merugikan reputasi institusi dan pribadi, Menteri BUMN Erick Thohir terpaksa melaporkan ๐ฑ๐ฐ๐ฅ๐ค๐ข๐ด๐ต Bocor Alus Politik (BAP) episode ๐๐ข๐ฏ๐ถ๐ท๐ฆ๐ณ ๐๐ณ๐ช๐ค๐ฌ ๐๐ฉ๐ฐ๐ฉ๐ช๐ณ ๐๐ฆ๐ธ๐ข๐ต ๐๐๐๐ ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐๐๐๐ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐๐ช๐ด๐ถ๐ฌ๐ข๐ช ๐๐๐๐ ke Dewan Pers.
Lalu, di bulan Maret 2024 gantian Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia yang melaporkan BAP gara-gara ๐ฑ๐ฐ๐ฅ๐ค๐ข๐ด๐ต berjudul ๐๐ข๐ช๐ฏ ๐๐ฑ๐ฆ๐ต๐ช ๐๐ป๐ช๐ฏ ๐๐ข๐ฎ๐ฃ๐ข๐ฏ๐จ mereka.
๐๐ถ๐ต ๐ต๐ฉ๐ฆ ๐ด๐ต๐ฐ๐ณ๐บ ๐ด๐ฉ๐ฐ๐ณ๐ต. Dewan Pers memerintahkan Tempo meminta maaf kepada Eric dan Bahlil. Yang artinya, Dewan mengkonfirmasi bahwa informasi yang ditayangkan oleh BAP tidak sesuai dengan fakta-fakta yang ada. Ada unsur fitnah, bahkan kebencian.
๐๐ฐ๐ฅ๐ค๐ข๐ด๐ต BAP tentang ๐๐ฌ๐ด๐ฑ๐ข๐ฏ๐ด๐ช ๐๐ฐ๐ญ๐ช๐ต๐ช๐ฌ ๐๐ข๐ซ๐ช ๐๐ด๐ข๐ฎ ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฎ๐ฃ๐ช๐ญ๐ข๐ญ๐ช๐ฉ๐ข๐ฏ ๐๐๐ yang tayang 24 Mei 2025, juga dibantah langsung oleh pihak Haji Isam. Faktanya, sampai hari ini, memang tidak pernah ada manuver politik apapun terkait fitnah pengambilalihan PPP oleh Haji Isam. Dan dibantah juga oleh internal PPP melalui Ketua Majelis Pertimbangan, M. Romahurmuziy alias Gus Rommy.
๐๐ถ๐ต ๐ธ๐ฉ๐บ ๐ฅ๐ฐ๐ฆ๐ด ๐๐๐, ๐ฎ๐ฐ๐ณ๐ฆ ๐ฐ๐ง๐ต๐ฆ๐ฏ ๐ต๐ฉ๐ข๐ฏ ๐ฏ๐ฐ๐ต, ๐ฅ๐ณ๐ฆ๐ด๐ด ๐ถ๐ฑ ๐ข ๐ญ๐ช๐ฆ ๐ฃ๐บ ๐ฑ๐ข๐ด๐ด๐ช๐ฏ๐จ ๐ฐ๐ง๐ง ๐ด๐ฐ๐ฎ๐ฆ ๐ง๐ข๐ฃ๐ณ๐ช๐ค๐ข๐ต๐ฆ๐ฅ ๐ง๐ข๐ค๐ต๐ด ๐ข๐ด ๐ต๐ฉ๐ฆ ๐ต๐ณ๐ถ๐ต๐ฉ?
Sebab, berbagai ๐ธ๐ฉ๐ช๐ด๐ต๐ญ๐ฆ๐ฃ๐ญ๐ฐ๐ธ๐ฆ๐ณ๐ด BAP, baik yang terkait dengan Menteri Eric maupun Menteri Bahlil, juga Haji Isam, faktanya memang hanya pengumpan informasi kelas A4, bukan A1. Persis seperti yang dikatakan oleh Jokowi dalam episode ๐๐ข๐ธ๐ข๐ฏ๐ค๐ข๐ณ๐ข ๐๐ฉ๐ถ๐ด๐ถ๐ด ๐๐ฐ๐ค๐ฐ๐ณ ๐๐ญ๐ถ๐ด ๐ฅ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐๐ฐ๐ฌ๐ฐ๐ธ๐ช, yang ditayangkan BAP pada 26 Agustus 2026.
Perhatikan. Pada wawancara eksklusif itu, Jokowi mengkritik BAP sering mengklaim informasi A4 sebagai A1. Dan kritik ini disampaikan di depan hidung para ๐ฉ๐ฐ๐ด๐ต๐ด BAP sendiri. Yang artinya, Jokowi menggunakan kanal BAP untuk menekuk BAP sendiri.
Kok bisa? Ya, itu memang cara khas Jokowi “memukul” lawan-lawannya dengan kekuatan mereka sendiri. Yang, bagi mereka yang terperangah dengan kebodohan mereka sendiri, secara nyinyir lalu mengistilahkan jurus Jokowi ini sebagai “sen kiri belok kanan.”
Kode A1 memang istilah intelijen untuk informasi yang telah terkonfirmasi oleh sumber independen lain. Artinya, ๐ค๐ฐ๐ฎ๐ฑ๐ญ๐ฆ๐ต๐ฆ๐ญ๐บ ๐ณ๐ฆ๐ญ๐ช๐ข๐ฃ๐ญ๐ฆ. Sedangkan kode A4 (ekuivalen D4 militer) adalah informasi yang diragukan kebenarannya (๐ฅ๐ฐ๐ถ๐ฃ๐ต๐ง๐ถ๐ญ).
D4 setara kabar burung yang datang dari informan yang sering berbohong dan isi beritanya pun tidak masuk akal. Tapi biasanya memang disengaja, dengan tujuan kontra intelijen.
Apakah BAP— yang getol memainkan informasi berkualitas A4— sebetulnya hanya alat propaganda kontra intelijen belaka? BAP hanya permainan ๐ฅ๐ฆ๐ค๐ฐ๐บ dengan derivatif ๐ฅ๐ฆ๐ค๐ฐ๐บ ๐ฆ๐ง๐ง๐ฆ๐ค๐ต-nya? Saya tidak tahu pasti.
****
Yang saya tahu pasti episode BAP terkait Muktamar ke-35 NU, 27-31 Agustus 2026 lalu, itu kelasnya A1. Judulnya: ๐๐ข๐ฏ๐ถ๐ท๐ฆ๐ณ ๐๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐๐ฆ๐ฌ๐ข๐ต ๐๐ณ๐ข๐ฃ๐ฐ๐ธ๐ฐ ๐๐ฆ๐ฏ๐จ๐ฆ๐จ๐ฐ๐ญ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐๐ข๐ญ๐ฐ๐ฏ ๐๐ฆ๐ต๐ถ๐ข ๐๐ฎ๐ถ๐ฎ ๐๐๐๐. Cuplikan versi ๐๐ฉ๐ฐ๐ณ๐ต-nya malah langsung menohok spesifik: ๐๐ช๐ง๐ต๐ข๐ค๐ฉ๐ถ๐ญ ๐๐ฌ๐ฉ๐บ๐ข๐ณ ๐๐ข๐ฎ๐ฑ๐ช๐ณ ๐๐ข๐ด๐ต๐ช ๐๐ข๐ฅ๐ช ๐๐ข๐ช๐ด ‘๐๐ข๐ฎ.
Episode ini akurasinya jempolan. Kontras banget dibandingkan berbagai produk sampah kelas A4 lainnya yang dihasilkan BAP.
Kok bisa? Tentu saja bisa. Sebab ada yang ๐ง๐ฆ๐ฆ๐ฅ๐ช๐ฏ๐จ tidak dengan motif menciptakan ๐ฅ๐ฆ๐ค๐ฐ๐บ ๐ฆ๐ง๐ง๐ฆ๐ค๐ต. Artinya, ๐ธ๐ฉ๐ช๐ด๐ต๐ญ๐ฆ๐ฃ๐ญ๐ฐ๐ธ๐ฆ๐ณ-nya bukan kaleng-kaleng.
Episode ๐๐ข๐ฏ๐ถ๐ท๐ฆ๐ณ ๐๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐๐ฆ๐ฌ๐ข๐ต ๐๐ณ๐ข๐ฃ๐ฐ๐ธ๐ฐ ๐๐ฆ๐ฏ๐จ๐ฆ๐จ๐ฐ๐ญ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐๐ข๐ญ๐ฐ๐ฏ ๐๐ฆ๐ต๐ถ๐ข ๐๐ฎ๐ถ๐ฎ ๐๐๐๐ itu faktanya tayang pada 29 Agustus 2026. Sedangkan penetapan Rais Aaam PBNU baru terjadi pada 30 Agustus 2026. Disinilah ๐ค๐ณ๐ช๐ต๐ช๐ค๐ข๐ญ ๐ฑ๐ฐ๐ช๐ฏ๐ต ๐ฐ๐ง ๐ข๐ฏ๐ข๐ญ๐บ๐ด๐ช๐ด-nya.
Kita tahu, tayang 29 Agustus tidak sama dengan proses produksinya dilakukan pada hari yang sama. Ini kan artinya, paling sedikit 3-4 hari sebelumnya, BAP telah menerima ๐ง๐ฆ๐ฆ๐ฅ๐ช๐ฏ๐จ terkait isu ini.
Kesimpulannya? Tidak bisa lain, siapa yang akan jadi Rais ‘Aam sebetulnya sudah “ditetapkan” sebelum Muktamar dimulai.
Begitu juga rancangan aturan bahwa… “nama calon Ketua Umum PBNU wajib mendapatkan persetujuan tertulis atau restu penuh dari Rais ‘Aam terpilih” dalam konteks modalitas AHWA untuk menjaring Mandataris Muktamar.
Ini sebetulnya merupakan indikator penentu siapa yang bakalan jadi Ketua Umum PBNU berikutnya.
Dan, ternyata rancangan ini diberlakukan di Muktamar ke-35 NU. Sehingga, sebetulnya, nasib Ketum PBNU petahana Gus Yahya juga sudah ditentukan sebelum Muktamar dimulai.
Pahit memang, tetapi begitulah cara kerja ๐ฑ๐ฐ๐ญ๐ช๐ต๐ช๐ค๐ฌ๐ช๐ฏ๐จ. Halus tapi nyelekit.
Bekali-kali sudah saya mengulang-ulang petuah Jenderal LBM bahwa ๐ค๐ฉ๐ณ๐ฐ๐ฏ๐ฐ๐ญ๐ฐ๐จ๐ช๐ค๐ข๐ญ ๐ข๐ฏ๐ข๐ญ๐บ๐ด๐ช๐ด itu tidak bisa bohong. Dengan metode ini, polanya (๐ต๐ฉ๐ฆ ๐ฑ๐ข๐ต๐ต๐ฆ๐ณ๐ฏ) terlihat dengan jelas.
Anda masih ingat kan kalau ๐ซ๐ฐ๐ถ๐ณ๐ฏ๐ข๐ญ๐ช๐ด๐ต๐ด ๐๐ฐ๐ฃ ๐๐ฐ๐ฐ๐ฅ๐ธ๐ข๐ณ๐ฅ ๐ข๐ฏ๐ฅ ๐๐ข๐ณ๐ญ ๐๐ฆ๐ณ๐ฏ๐ด๐ต๐ฆ๐ช๐ฏ ๐ฐ๐ง ๐๐ฉ๐ฆ ๐๐ข๐ด๐ฉ๐ช๐ฏ๐จ๐ต๐ฐ๐ฏ ๐๐ฐ๐ด๐ต ๐ถ๐ด๐ฆ๐ฅ “๐๐ฆ๐ฆ๐ฑ ๐๐ฉ๐ณ๐ฐ๐ข๐ต” (istilah yang etimologinya sama sekali tak senonoh) ๐ข๐ด ๐ต๐ฉ๐ฆ ๐ด๐ฆ๐ค๐ณ๐ฆ๐ต ๐ค๐ฐ๐ฅ๐ฆ ๐ฏ๐ข๐ฎ๐ฆ ๐ง๐ฐ๐ณ ๐ต๐ฉ๐ฆ๐ช๐ณ ๐ค๐ฐ๐ฏ๐ง๐ช๐ฅ๐ฆ๐ฏ๐ต๐ช๐ข๐ญ ๐จ๐ฐ๐ท๐ฆ๐ณ๐ฏ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ต ๐ช๐ฏ๐ง๐ฐ๐ณ๐ฎ๐ข๐ฏ๐ต ๐ฅ๐ถ๐ณ๐ช๐ฏ๐จ ๐ต๐ฉ๐ฆ 1972-1974 ๐๐ข๐ต๐ฆ๐ณ๐จ๐ข๐ต๐ฆ ๐ด๐ค๐ข๐ฏ๐ฅ๐ข๐ญ yang berujung pada pengunduran diri Presiden Richard Nixon.
Baru 31 tahun kemudian, di tahun 2005, kita tahu si “๐๐ฆ๐ฆ๐ฑ ๐๐ฉ๐ณ๐ฐ๐ข๐ต“ ini ternyata W. Mark Felt, salah satu petinggi “๐๐ฆ๐ฆ๐ฃ” dengan jabatan ๐๐๐ ๐๐ด๐ด๐ฐ๐ค๐ช๐ข๐ต๐ฆ ๐๐ช๐ณ๐ฆ๐ค๐ต๐ฐ๐ณ pada awal dekade 1970-an itu.
Kalau begitu, siapa yang jadi ๐ฅ๐ฆ๐ฆ๐ฑ ๐ต๐ฉ๐ณ๐ฐ๐ข๐ต-nya BAP?
****
Kalau Anda cermati keseluruhan konten, bukan sepotong-sepotong, ๐ฑ๐ฐ๐ฅ๐ค๐ข๐ด๐ต BAP terkait, siapa yang jadi deep throat ini disebutkan dengan ๐ฑ๐ด๐ฆ๐ถ๐ฅ๐ฐ๐ฏ๐บ๐ฎ “petinggi Gerindra.”
Saya ulang ringkasan ๐ฑ๐ญ๐ฐ๐ต-nya. Ada tiga kubu yang saling bermanuver dan berkepentingan untuk memperebutkan posisi Rais ‘Aam dan Ketua Umum PBNU pada Muktamar ke-35 NU di Jombang itu.
๐ฃ๐ฒ๐ฟ๐๐ฎ๐บ๐ฎ— ๐๐๐ฏ๐ ๐๐ถ๐ป๐ด๐ธ๐ฎ๐ฟ๐ฎ๐ป ๐๐๐๐ฎ๐ป๐ฎ. Calon Rais ‘Aam yang diusung adalah KH Miftachul Akhyar, yang dipaketkan dengan KH.Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) sebagai calon Ketua Umum.
Yang jadi aktor penggerak adalah pejabat kabinet ๐ค๐ถ๐ฎ politikus. Mereka adalah politikus Golkar Nusron Wahid (Menteri ATR/BPN) dan politikus PKB Saifullah Yusuf (Menteri Sosial).
Penting untuk menyoroti strategi mereka. Kubu ini merumuskan pemenangan di rumah “petinggi Gerindra,” yang kemudian hasilnya dibawa ke pertemuan di Wisma Negara (Istana). Strategi mereka adalah mendorong sistem paket (langsung memilih Rais ‘Aam dan Ketum) melalui persetujuan dewan AHWA (๐๐ฉ๐ญ๐ถ๐ญ ๐๐ข๐ญ๐ญ๐ช ๐ธ๐ข๐ญ ๐๐ฒ๐ฅ๐ช).
Tim ini juga yang melakukan karantina pengurus PCNU dan PWNU secara tertutup di Semarang (24 Agustus) dan Surabaya (25-26 Agustus) agar mereka mau meneken surat dukungan untuk penunjukan AHWA tersebut. Ini ๐ฅ๐ฆ๐ข๐ญ timbal-balik yang disertai pembagian insentif yang terlalu menarik untuk ditolak.
Nama Menteri Agama Nasaruddin Umar sempat disinggung dalam kubu ini, namun terhambat aturan NU yang melarang rangkap jabatan. Yang bersangkutan enggan mundur dari posisinya sebagai menteri.
Untuk lebih jelasnya, lihat grafis kronologis terkait.
๐๐ฒ๐ฑ๐๐ฎ— ๐๐๐ฏ๐ ๐ฃ๐ฒ๐๐ฎ๐ต๐ฎ๐ป๐ฎ ๐ฌ๐ฎ๐ต๐๐ฎ ๐๐ต๐ผ๐น๐ถ๐น ๐ฆ๐๐ฎ๐พ๐๐ณ. Calon yang diusung adalah KH Ma’ruf Amin, mantan Wapres, sebagai calon Rais ‘Aam PBNU. Yang dipaketkan dengan Yahya Cholil Staquf (Ketum petahana) sebagai calon Ketum PBNU 2026-31.
Semua orang tahu formasi ini dilatarbelakangi pecahnya kongsi antara Gus Yahya dan Rais ‘Aam petahana KH Miftachul Akhyar terkait isu tata kelola konsesi tambang batubara dari pemerintah, serta isu pelaporan dana operasional PBNU yang mencapai puluhan miliar.
Gus Yahya menjalankan strategi aktif bersafari keliling daerah (Aceh, NTT, Jawa Timur) untuk menjelaskan mekanisme muktamar kepada pemilik suara sambil meyakinkan dampak dari kepemimpinannya selama ini. Di sisi lain, KH Ma’ruf Amin bermanuver dengan menyuarakan larangan adanya transaksi politik di dalam Muktamar untuk merespons manuver pengumpulan suara dari kubu seberang.
Beberapa kali Gus Yahya dikutip media mengekspresikan optimismenya bisa menang, dan yakin Presiden Prabowo tidak ikut cawe-cawe langsung di muktamar.
Sulit menerjemahkkan optimisme Guys Yahya ini. Kalau cawe-cawe secara langsung memang pasti tidak. Itu sebabnya Gus Yahya bilang, “…tidak ikut cawe-cawe langsung.”
Akrobat kata-kata ini bikin pusing, kan?
๐๐ฒ๐๐ถ๐ด๐ฎ— ๐๐๐ฏ๐ ๐ฃ๐ฎ๐ฟ๐๐ฎ๐ถ ๐๐ฒ๐ฏ๐ฎ๐ป๐ด๐ธ๐ถ๐๐ฎ๐ป ๐๐ฎ๐ป๐ด๐๐ฎ. Di belakang layar Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar rupanya ikut bermain. Calon Rais ‘Aam yang diusung adalah KH Said Aqil Siradj. Untuk posisi Ketua Umum, PKB menyorongkan dua opsi nama: Yusuf Chudlori (Gus Yusuf) yang sudah bersiap dengan mundur dari PKB Jateng, dan Abdussalam Shohib (Gus Salam) dari Jawa Timur.
Kita tahu, Cak Imin sebelumnya juga sempat menjajaki peluang untuk maju sendiri, namun terhalang aturan PBNU yang melarang rangkap jabatan politik di partai maupun pejabat publik.
Dalih Cak Imin ikut bermanuver karena adanya keresahan di akar rumput. Kultur basis massa antara NU dan PKB keduanya beririsan erat. Cak Imin yakin konflik internal di PBNU terkait isu tambang dan transparansi anggaran, pada akhinya berdampak buruk bagi citra PKB sendiri.
Bebas, Anda boleh percaya, boleh tidak, dengan dalih Cak Imin ini. Tidak akan masuk neraka juga.
Yang jelas manuver “opsi ketiga” oleh Cak Imin ini berhasil memberikan ๐ฅ๐ฆ๐ค๐ฐ๐บ ๐ฆ๐ง๐ง๐ฆ๐ค๐ต yang sangat merugikan kubu petahana Gus Yahya!
****
Dari sudut pandang ini, mereka yang menarasikan NU perlu disterilkan dari politik, mesti orang yang naif, bila bukan— maaf— bego!
Siapa bilang NU bisa steril dari politik? Presiden Prabowo Subianto itu pemegang KTA NU. Yang diberikan oleh KH Miftachul Akhyar, yang tidak akan kembali menjadi Rais ‘Aam tanpa dukungan istana.
Dua paragraf terakhir ini adalah kutipan ulang dari paragraf penutup pada artikel ๐๐ฎ๐ด๐ถ๐ฎ๐ป-๐ญ: ๐๐๐ถ-๐ณ๐๐ป๐ด๐๐ถ ๐๐ฎ๐ฑ๐ฒ๐ฟ ๐ก๐จ.
Sekarang Anda sudah paham hubungan antara Bagian-1 dan Bagian-2, bukan?
-JHW, Tegalrejo, 18 September 2026