Terkini
Memuat berita terkini...


Dankoti dan Kabid Hankam MPC PP Kab Turun, Ikut Audensi Terkait Oknum Matel WOM Finance Citra Raya Bikin Kehebohan

ELANG SUMUT ,Selasa 06/10,2026 - pembiayaan kredit kendaraan bermotor, keamanan dan kenyamanan nasabah menjadi prioritas utama. Namun, beberapa waktu belakangan, masyarakat di wilayah Kabupaten  digemparkan dengan adanya oknum marketing (matel) dari WOM Finance yang diduga melakukan tindakan kurang profesional dan meresahkan nasabah, khususnya di kawasan Citra Raya. Hal ini memicu perhatian serius dari organisasi kepemudaan dan keamanan di daerah tersebut.
Pandangan ini semakin diperkuat dengan turunnya Dankoti (Komandan Komando Inti) dan Kabid Hankam,lofes  (Kepala Bidang Pertahanan dan Keamanan) Majelis Pimpinan Cabang Pemuda Pancasila (MPC PP) Kabupaten dalam audensi bersama pihak WOM Finance dan masyarakat yang terdampak. Kehadiran dua tokoh penting ini menggarisbawahi betapa seriusnya masalah yang terjadi serta kebutuhan untuk segera mencari solusi yang adil dan menyeluruh.

Sebagaimana dilaporkan oleh sejumlah nasabah WOM Finance di kawasan Citra Raya, ada beberapa kasus yang menyangkut perilaku oknum matel saat melakukan verifikasi dan penagihan kredit kendaraan bermotor. Beberapa di antaranya mengeluhkan adanya tindakan  penggunaan  bahkan hingga penyalahgunaan data pribadi dalam proses penagihan.

Kondisi ini sangat meresahkan, terutama bagi masyarakat yang notabene memanfaatkan layanan pembiayaan tersebut sebagai solusi untuk memudahkan mobilitas mereka. Kejadian-kejadian ini tidak hanya merusak citra WOM Finance sebagai perusahaan pembiayaan terkemuka, tetapi juga berpotensi menimbulkan keresahan sosial di lingkungan setempat.

Menyikapi permasalahan ini, MPC PP Kabupaten sebagai organisasi yang peduli terhadap keamanan dan ketertiban masyarakat merasa perlu mengambil langkah konkret. Oleh karena itu, Dankoti dan Kabid Hankam MPC PP ditugaskan untuk menjadi mediator dan terlibat langsung dalam audensi bersama pihak WOM Finance dan pengadu masyarakat.janji besok akan menyerahkan unit ,JM 11 siang

Pada hari audensi, pihak MPC PP menghadirkan perwakilan dari WOM Finance yang membawahi divisi marketing serta layanan pelanggan. Pertemuan ini dihadiri pula oleh perwakilan masyarakat yang mengalami dampak langsung dari tindakan oknum matel yang bersangkutan.

Dalam audensi tersebut, Dankoti MPC PP membuka diskusi dengan menegaskan pentingnya menjaga keharmonisan antara perusahaan pembiayaan dengan masyarakat. Menurutnya, WOM Finance harus bertanggung jawab penuh atas tindakan oknum karyawannya dan memastikan tidak ada lagi praktik-praktik yang merugikan nasabah.

Kabid Hankam,BP lofes MPC PP kemudian melanjutkan dengan penjelasan soal dampak negatif dari tindakan oknum matel terhadap stabilitas keamanan sosial di kawasan Citra Raya. Ia menekankan bahwa organisasi seperti Pemuda Pancasila mempunyai kewajiban menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, sehingga apabila terjadi pelanggaran, MPC PP tidak akan tinggal diam.

Pihak WOM Finance mengakui adanya kekurangan dalam pengawasan karyawan mereka, khususnya pada oknum matel yang menjadi sumber masalah. Mereka berjanji akan melakukan evaluasi ulang terhadap sistem pelatihan dan pengawasan SDM untuk memastikan tindakan yang tidak profesional tidak terjadi lagi.

Keterlibatan MPC PP dengan menghadirkan Dankoti dan Kabid Hankam dalam audensi ini membawa angin segar bagi masyarakat yang merasa dirugikan. Mereka merasa perjuangan mereka didengar dan mendapatkan perhatian dari tokoh lokal yang sangat peduli akan kondisi komunitasnya.

Keputusan WOM Finance untuk merevisi tata kelola karyawan dan memberikan fasilitas penyelesaian masalah menjadi bukti keseriusan perusahaan dalam memperbaiki layanan. Ini juga menjadi pelajaran penting bagi perusahaan pembiayaan lain untuk selalu menjaga integritas dan profesionalisme dalam memberikan layanan.

Masyarakat berharap, pengawasan terhadap marketing atau oknum lain yang bertugas di lapangan lebih diperketat. Pemberdayaan serta pelatihan SDM secara berkala harus menjadi prioritas agar kejadian serupa tidak terulang. Di sisi lain, masyarakat juga diimbau untuk memahami betul hak dan kewajiban mereka sebagai nasabah, agar hubungan dengan perusahaan tetap harmonis dan saling menguntungkan.


Dankoti dan Kabid Hankam sebagai tokoh yang dipercaya di MPC PP Kabupaten membuktikan bahwa peran mereka tidak hanya sebatas aktivitas organisasi internal, melainkan turut bertanggung jawab dalam menjaga stabilitas sosial. Mereka dinilai mampu menjadi jembatan komunikasi antara pihak perusahaan dan masyarakat, sehingga komunikasi yang sebelumnya terputus atau kacau dapat kembali tersambung dengan baik.

Ke depan, diharapkan kerjasama antara MPC PP, unsur pemerintah daerah, serta perusahaan-perusahaan pembiayaan dapat terjalin lebih erat lagi untuk mencegah terjadinya potensi masalah serupa. Pembentukan forum komunikasi rutin menjadi salah satu langkah yang dapat ditempuh untuk menjalin dialog dan penyelesaian proaktif.


Insiden yang melibatkan oknum marketing WOM Finance di kawasan Citra Raya merupakan cerminan pentingnya dunia pembiayaan menerapkan standar etika kerja yang tinggi dan sistem pengawasan karyawan yang efektif. Turunnya Dankoti dan Kabid Hankam MPC PP Kabupaten dalam proses audensi menandakan pentingnya keterlibatan organisasi masyarakat sipil dalam mengawal hak-hak konsumen serta menjaga keamanan sosial.

Semoga hasil dari audensi tersebut mampu mengakhiri kekisruhan yang terjadi dan memberikan rasa aman serta nyaman bagi seluruh nasabah WOM Finance. Selain itu, kasus ini juga menjadi pelajaran berharga bagi perusahaan dan masyarakat untuk senantiasa menjaga komunikasi, transparansi, dan profesionalisme dalam hubungan bisnis agar setiap pihak merasa dihargai dan terlindungi
(Muhidin riyan)