LEBAK, BANTEN I ELANG SUMUT - Proyek pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Tahun Anggaran 2026 di Kabupaten Lebak yang tersebar di 3 titik yakni Desa Cibarengkok, Cikumpay dan Cipeundeuy dikabarkan sudah hampir rampung.
Namun di balik klaim hampir selesai, terkuak sikap buruk pelaksana di lapangan yang terkesan menutup-nutupi informasi publik.
Pelaksana kegiatan yang merupakan pemenang tender dan akrab disapa H. Oji, saat dikonfirmasi awak media terkait progres pekerjaan justru menunjukkan sikap tidak kooperatif, enggan menjawab, dan terkesan merendahkan profesi wartawan.
Saat ditanya secara rinci terkait kedalaman pengeboran per titik dan spesifikasi teknis pekerjaan, Haji Oji tidak menjawab dengan data.
Kepada wartawan ia hanya menjawab singkat "1,5 H"* saat ditanya SR, lalu menjawab *"65" tanpa penjelasan rinci apa maksud angka tersebut. Ketika didesak soal kesesuaian spek, ia hanya berdalih, "saya sudah sesuai spek."
Ironisnya, konfirmasi wartawan yang seharusnya dijawab secara teknis dan transparan, malah dijawab dengan nada meremehkan.
"Sudahlah jangan kesana kesini, biasanya suka ke rumah, tenang aja kaya dengan siapa aja,"kata Oji terkesan mengalihkan pembicaraan dan mencoba 'menghargai' dengan cara yang tidak etis.
Jawaban tersebut sontak membuat awak media tersinggung. Konfirmasi resmi soal uang negara justru dibelokkan ke urusan pribadi "ke rumah" dan janji "nanti diperhatikan".
"Ditanya kapan saya ke rumah bapak, saya ini konfirmasi kegiatan Pak bukan jawaban besok saja," tegas wartawan di lokasi.
Sikap pelaksana yang alergi konfirmasi ini menjadi catatan merah. Padahal proyek SPAM yang bersumber dari uang negara wajib transparan, terbuka soal progres, kualitas, volume, dan persentase penyelesaian. Bukan malah bungkam dan menghindar saat ditanya spek.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi berapa persen realisasi pekerjaan SPAM di 4 titik tersebut, haji oji hanya memberikan keterangan dua titik yang sudah selesai Cipeundeuy dan kumpay, sementara cibarengkok dan calung bungur masih proses katanya, berapa kedalaman riil pengeboran yang dikerjakan, tak ada jawaban darinya
Awak media mendesak Dinas PUPR Kabupaten Lebak sebagai dinas teknis untuk tidak tutup mata. Tegur pelaksana, awasi ketat di lapangan, jangan sampai proyek yang hampir selesai ini hanya asal jadi dan merugikan masyarakat sebagai penerima manfaat.
Jika pelaksana terus enggan transparan, patut diduga ada yang tidak beres dalam pelaksanaan SPAM tersebut.
(Muhidin Riyan tim)