Terkini
Memuat berita terkini...


‎SIJUJU(Sarana Informasi Jurnalis Junior) || dari Inovasi Menyalakan Api Literasi dari Tangan Jurnalis Junior Deli Serdang


‎DELI SERDANG — Dari derasnya arus informasi digital, anak-anak tidak cukup hanya diajarkan bagaimana membaca. Mereka juga perlu belajar bagaimana mencari informasi, memahami fakta, bertanya, menulis, memverifikasi, dan menyampaikan informasi secara bertanggung jawab.

‎SIJUJU (Sarana Informasi Jurnalis Junior), sebuah inovasi literasi jurnalistik digital yang menempatkan peserta didik bukan sekadar sebagai pembaca informasi, tetapi sebagai pelaku yang mampu menghasilkan karya dan menyampaikan informasi secara edukatif.


‎SIJUJU (Sarana Informasi Jurnalis Junior) yang diinisiasi oleh Rizki Omilia Purnama, S.Pd., seorang guru dari SDN 106196 Galang Suka Kec. Galang, Kabupaten Deli Serdang. Inovasi ini dikembangkan sebagai ruang belajar bagi peserta didik untuk mengenal dunia jurnalistik melalui pengalaman nyata: mengamati, menentukan topik, mencari informasi, melakukan wawancara, mendokumentasikan peristiwa, menulis, menyunting, memverifikasi hingga mempublikasikan karya.

‎Bukan Sekadar Menulis Berita

‎Melalui SIJUJU, peserta didik diberikan kesempatan untuk menjadi Jurnalis Junior. Mereka belajar bahwa sebuah berita tidak boleh lahir dari dugaan, tetapi dari proses menemukan fakta, melakukan wawancara, mengumpulkan data, melakukan verifikasi dan memahami etika publikasi.

‎Prosesnya sederhana, namun memiliki makna yang besar:
‎Mengamati → Menentukan Topik → Mencari Informasi → Wawancara → Dokumentasi → Menulis → Menyunting → Verifikasi → Publikasi → Evaluasi.


‎Keistimewaan SIJUJU terletak pada keberanian memberikan ruang kepada anak untuk bersuara.

‎Seorang siswa dapat menjadi reporter. Siswa lain menjadi pewawancara. Ada yang bertugas sebagai fotografer, penulis, editor, dokumentasi hingga tim publikasi.

‎Dengan demikian, literasi tidak lagi berhenti pada aktivitas membaca buku di dalam kelas. Literasi bergerak keluar, menyentuh lingkungan sekolah dan masyarakat, lalu kembali ke ruang belajar dalam bentuk karya nyata.

‎Mendapat Dukungan Bunda Literasi Deli Serdang

‎Gerakan ini semakin menemukan energi ketika mendapat perhatian dan dukungan dari Ny. dr. Hj. Jelita Asri Ludin Tambunan, Bunda Literasi sekaligus Ketua TP PKK Kabupaten Deli Serdang, yang menyatakan kesiapan untuk menjadi pembina SIJUJU (Sarana Informasi Jurnalis Junior).

‎“Saya sangat mengapresiasi hadirnya SIJUJU sebagai sebuah inovasi yang memberikan ruang kepada anak-anak untuk belajar, berkarya, berani berkomunikasi, sekaligus mengenal dunia jurnalistik sejak dini. Saya sangat siap menjadi bagian dari perjalanan SIJUJU sebagai pembina dan akan terus mendukung setiap upaya yang bertujuan memajukan pendidikan dan meningkatkan budaya literasi di Kabupaten Deli Serdang.Saya berharap SIJUJU tidak berhenti hanya di satu sekolah, tetapi dapat berkembang dan menginspirasi sekolah-sekolah lainnya di Deli Serdang. Mari kita bersama-sama membangun generasi yang literat, kritis, kreatif, percaya diri, dan berkarakter.”Ungkap Ny. dr. Hj. Jelita Asri Ludin Tambunan
‎selaku Bunda Literasi Kabupaten Deli Serdang sekaligus Ketua TP PKK Kabupaten Deli Serdang.


‎Dukungan tersebut menjadi sebuah dorongan berarti bagi pengembangan literasi jurnalistik anak di Deli Serdang. Sosok Bunda Literasi yang antusias terhadap kemajuan pendidikan diharapkan dapat menjadi bagian penting dalam perjalanan SIJUJU untuk terus tumbuh dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi peserta didik.

‎SIJUJU juga melakukan kolaborasi kerja sama dan dukungan dari sejumlah unsur di lingkungan Deli Serdang, termasuk Bunda Literasi, Dinas Perpustakaan dan Arsip, Dinas Pendidikan, serta komunitas DelsERA (Deli Serdang Read Aloud).


‎SIJUJU bukan mencetak anak menjadi wartawan profesional dalam waktu singkat. Tujuan yang jauh lebih penting adalah membentuk generasi yang kritis terhadap informasi, berani bertanya, mampu menyampaikan gagasan, kreatif menghasilkan karya dan bertanggung jawab ketika menggunakan media digital.
‎SIJUJU adalah proses pendidikan karakter melalui literasi.

‎Menanam Hari Ini, Memanen Masa Depan

‎- Dari sebuah wawancara sederhana, seorang anak belajar keberanian.
‎- Dari sebuah tulisan berita, ia belajar menyusun pikiran.
‎- Dari proses mencari fakta, ia belajar kejujuran.
‎- Dari proses verifikasi, ia belajar bertanggung jawab.
‎- Serta dari publikasi karya, ia belajar bahwa suaranya memiliki nilai.

‎Inilah cita-cita besar yang dibawa SIJUJU: membangun budaya sekolah yang tidak hanya gemar membaca informasi, tetapi mampu membaca, mengolah, menghasilkan dan menyampaikan informasi secara bertanggung jawab.

‎Bagi Rizki Omilia Purnama, S.Pd., SIJUJU bukan sekadar sebuah inovasi pembelajaran. SIJUJU adalah upaya membuka ruang bagi anak-anak untuk menemukan potensi mereka melalui dunia literasi, jurnalistik dan teknologi.
‎( red/TM)