Breaking News
Memuat berita terbaru...

Proyek Koperasi Merah Putih Jadi Sorotan Publik, Diduga Tanpa Papan Informasi dan Perwakilan Vendor Diduga Bersikap Arogan

Juni 21, 2026 Redaksi

Galang, Deli Serdang , ELANG SUMUT 21 Juni 2026 – Program pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang merupakan salah satu program strategis nasional pemerintahan Presiden Prabowo Subianto terus berjalan di berbagai daerah, termasuk di Desa Tanah Abang, Kecamatan Galang, Kabupaten Deli Serdang.

Program tersebut diharapkan mampu menjadi penggerak ekonomi desa melalui penguatan koperasi sebagai pusat distribusi kebutuhan pokok, pengembangan produk lokal, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Namun, pelaksanaan pembangunan gerai Koperasi Desa Merah Putih di Desa Tanah Abang kini menjadi sorotan publik. Sejumlah warga dan pihak yang memantau jalannya proyek mempertanyakan tidak terlihatnya papan informasi proyek di lokasi pekerjaan.

Papan informasi proyek merupakan salah satu bentuk transparansi pelaksanaan pembangunan yang memuat informasi mengenai jenis pekerjaan, sumber pendanaan, nilai anggaran, pelaksana kegiatan, hingga jangka waktu pelaksanaan. Ketiadaan papan informasi tersebut memunculkan pertanyaan dari masyarakat terkait keterbukaan informasi publik.

Selain persoalan transparansi, muncul pula dugaan adanya sikap kurang kooperatif dari pihak yang disebut sebagai perwakilan vendor terkait pembayaran upah pekerja bangunan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, pada Sabtu (20/6/2026) sekitar pukul 19.00 WIB, sejumlah pekerja masih menunggu pembayaran upah harian yang menurut kebiasaan dibayarkan setiap hari Sabtu. Hingga sekitar pukul 19.15 WIB, pembayaran disebut belum diterima oleh para pekerja.

Melihat situasi tersebut, seorang insan pers yang berada di lokasi mengaku menghubungi pihak yang disebut sebagai perwakilan vendor berinisial DP untuk menanyakan kepastian pembayaran upah para pekerja, mengingat para pekerja masih memiliki kebutuhan keluarga dan aktivitas lainnya.

Menurut keterangan yang diperoleh, dalam percakapan tersebut DP diduga memberikan respons dengan nada keras dan meminta agar persoalan pembayaran diserahkan kepada kepala tukang.

Tidak lama kemudian, kepala tukang yang disebut bernama Ujang datang ke lokasi dan menyampaikan bahwa dana pembayaran telah ditransfer oleh pihak DP. Pada waktu yang hampir bersamaan, berdasarkan informasi yang diterima di lapangan, DP juga diduga menyampaikan bahwa salah seorang pekerja tidak perlu lagi melanjutkan pekerjaannya.

Terkait informasi tersebut, media ini berupaya melakukan konfirmasi kepada Danramil 18/Galang, Kapten Inf Aris, pada Sabtu malam sekitar pukul 21.00 WIB. Saat dihubungi, Danramil menyampaikan sedang mengalami musibah dan meminta agar koordinasi sementara dilakukan dengan salah satu anggotanya yang disebut bermarga Pardosi. Bang Pardosi juga menyampaikan bahwa dirinya akan berupaya bertemu dengan pihak DP pada kesempatan berikutnya, namun nomor telepon yang bersangkutan saat itu disebut tidak aktif.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak vendor maupun pelaksana proyek yang disebut dalam pemberitaan belum memberikan klarifikasi resmi terkait dugaan tidak dipasangnya papan informasi proyek maupun dugaan sikap yang dinilai kurang profesional terhadap pekerja.

Seluruh informasi mengenai dugaan tersebut masih berdasarkan keterangan pihak-pihak yang berada di lokasi kejadian dan belum memperoleh tanggapan langsung dari pihak yang disebutkan.

Media membuka ruang seluas-luasnya bagi pihak vendor, pelaksana proyek, maupun pihak terkait lainnya untuk menggunakan hak jawab dan hak klarifikasi sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers serta Kode Etik Jurnalistik, guna menjaga keberimbangan informasi dan memberikan kesempatan kepada semua pihak untuk menyampaikan penjelasannya.

(TIM)

Bagikan Berita Ini:

Home Redaksi Tentang Shop